khotbah : Harus Lebih Teliti

Topik: Harus Lebih Teliti
Pembahasan: ayat Ibrani 2:1-4
Pengkotbah: Dr. Steven Liauw (9 Jan. 2013)

[sc:kotbah mp3=”https://archive.org/download/Khotbah2013/2013-01-09Dr.StevenLiauwKhotbahRabu.mp3″ ogg=”https://archive.org/download/Khotbah2013/2013-01-09Dr.StevenLiauwKhotbahRabu.ogg”]

Playlist | torrent

Dengar Kotbah

Menurut ALKITAB BABI ITU HARAM

Ditulis oleh : Dr. Suhento Liauw, DRE, Th.D
Diterbitkan oleh : GBIA GRAPHE
Alkitab Perjanjian Lama Melarang Memakan Daging Babi
Suatau hari, pada saat saya surfing internet, dan tanpa sengaja saya melihat video cuplikan yang mempertontonkan sesuatu yang sangat mengerikan. Ketika seiris daging babi mentah disiram dengan cocacola, cacing-cacing menggeliat keluar dari daging tersebut. Bulu kuduk saya berdiri dan langsung terasa mual diperut saya. Terlebih ketika saya membayangkan seandainya caci…

Dengar Kotbah

Kotbah: Tanda-tanda zaman

Topik: Tanda-tanda zaman
Pembahasan: Zakaria 12:1-9; Matius 16:1-4
Pengkotbah: Dr. Suhento Liauw

Download | Playlist | torrent

Dengar Kotbah

Kotbah: Setia memilih Tuhan

Topik: Setia memilih Tuhan

Pembahasan: Yosua 24:14-15

Pengkotbah: Dr. Suhento Liauw D.Th.

Download | Playlist | torrent

Dengar Kotbah

Kotbah: Tuhan Mengajarkan Berdoa

Topik: Tuhan Mengajarkan Berdoa
Pembahasan: Matius 6:5-15
Pengkotbah: Ev. Andrew

Download | Playlist | torrent

Dengar Kotbah

Bagaimana Pastor Menerima Koreksi

Istimewa

(terjemahan https://www.wayoflife.org/reports/how-the-preacher-receives-correction.php )

Dalam laporan ini saya bicara mengenai bagaimana Pastor menerima nasihat, teguran, koreksi dan kritik yang membangun. Saya tidak sedang membahas mengenai dakwaan terhadap Pastor. Hal ini diatur dalam 1Tim 5:17-20. Dan ini tidak dilakukan oleh satu individu; tetapi dihadapan 2 atau 3 orang saksi. Tetapi itu bukan subyek laporan ini.

Menjadi anggota tim

Agar seorang pengkotbah mau menerima teguran baik dan kritik dengan baik dan efektif, dia harus melihat dirinya sebagai anggota tim. Jika dia mempunyai pikiran Diotrefes, dia tidak akan menerima kritikan bahkan dari seorang rasul Tuhan (3yoh9-11) Dan karena tubuh yang berdosa, sangatlah mudah mempunyai pikiran Diotrefes. Baik pengkotbah muda maupun pengkotbah tua bisa mempunyai pikiran ini.

Seorang Pastor PB adalah seorang gembala, bukan seorang tuan (1 Pet 5:1-4). Dia bukan pemilik domba. Domba adalah milik Tuhan, bukan milik manusia. Sang Gembala Agung sudah membeli domba-domba dengan darahNya sendiri dan memerintahkan setiap pastor seperti Dia memerintah Petrus: “gembalakanlah domba-dombaKu” (Yoh 21:16-17) Setiap pastor akan bertanggungjawab kepada Sang Gembala Agung. Baca lebih lanjut

eBook: Rahasia Kebenaran Ilahi

Istimewa

Rahasia Kebenaran Ilahi dari Kekal hingga Kekal

PENJELASAN RAHASIA ILLAHI

Kata rasul Paulus, “…bagaimana rahasiaNya dinyatakan kepadaku… kepadaku, yang paling hina di antara segala orang kudus, … , untuk memberitakan …, dan untuk menyatakan apa isinya tugas penyelenggaraan rahasia yang telah berabad-abad tersembunyi dalam Allah,…, supaya sekarang oleh jemaat diberitahukan pelbagai ragam hikmat Allah kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa di sorga,…” (Ef.3:3, 8-11).

Rasul Paulus menyebut pengajarannya sebagai rahasia yang sebelumnya tersembunyi berabad-abad. Itulah sebabnya saya menyebut rangkaian penjelasan ini Rahasia Illahi Dari Kekal Hingga Kekal. Ini adalah sebuah kesimpulan yang ditarik berdasarkan ayat-ayat Alkitab dan akal sehat {common-sense). Otak kita adalah ciptaan Tuhan, dan Alkitab adalah firman Tuhan. Agama yang paling masuk akal (make-sense) adalah yang paling benar, dan kekristenan yang paling alkitabiah seharusnya paling masuk akal demikian sebaliknya. Selidikilah, kalau ada masalah, silakan hubungi GITS. Urutan penjelasannya diberi nomor agar sistematis dan rapi serta gampang dimengerti.

[1] Pertama adalah garis zaman. Kita melihat perjalanan waktu/zaman seperti menarik sebuah garis lurus.
Baca lebih lanjut

Membedah Tentang Lectio Divina

terjemahan:

Lectio Divina: What it is, What it is Not, and Why It is a Dangerous Practice

Lectio Divina (LD) – Belakangan cukup banyak pembicaraan tentang hal ini, dan banyak buku tentang ini baik yang sudah terbit ataupun yang sedang ditulis; semakin banyak tokoh penginjil Protestan yang menulis tentang ini, mendukungnya dan mengajarkannya. Beberapa orang menganggap lectio divina hanya sekadar membaca beberapa bagian Alkitab dengan perlahan (atau berdoa dengan Alkitab) kemudian merenungkan atau memikirkannya. Ini hanya sebagian dari lectio divina. Tetapi jika anda bertanya kepada yang mistis atau kontemplatif tentang apa yang terkandung didalamnya (siapa yang lebih mengerti daripada mereka?) mereka akan menjelaskan bahwa LD selalu termasuk membaca sebagian Alkitab ataupun bacaan lain apapun dengan perlahan, kemudian semakin perlahan hingga anda mendapatkan potongan kata atau frasa kecil dari bagian yang sedang anda renungkan berulang-ulang. Pada akhirnya anda mendapatkan kata atau frasa seperti mantra yang diambil dari bagian Alkitab, yang menurut para kontemplatif, jika diulang selama beberapa menit akan membantu anda menghilangkan gangguan pikiran, kemudian katanya lagi, anda bisa mendengarkan suara Tuhan dan merasakan kehadiranNya.

Pelopor mistis kontemplatif, Thomas Keating menjelaskan bahwa LD bukanlah pembelajaran Alkitab tradisional, bukan membaca Alkitab untuk bisa mengerti dan membangun diri, dan bukan berdoa dengan Alkitab (walaupun berdoa dengan Alkitab dapat juga menjadi LD jika satu kata atau frase diambil dari Alkitab untuk memfokuskan pada “kehadiran Tuhan.”) Keating menambahkan bahwa LD adalah perkenalan kepada praktek yang lebih intensif, yaitu doa kontemplatif dan doa pemusatan.

Banyak orang berpikir LD hanyalah membaca Alkitab perlahan dan tidak ada yang salah dengan itu. Tetapi dengan memusatkan pikiran pada suatu kata dan frasa dan mengulang-ulanginya untuk mencapai “diam / tenang” inilah bahayanya. Memang benar kalau hanya membaca Alkitab dengan perlahan dan dengan pemikiran itu tidak ada salahnya, bahkan sangat baik sekali. Tetapi dengan pemikiran, itu kuncinya. Dalam meditasi gaya timur (termasuk juga doa kontemplatif) pikiran adalah musuh. Tokoh mistis timur Anthony De Mello menjelaskan masalah ini dengan pemikiran dalam bukunya Sadhana: Jalan kepada Allah:

Untuk mendiamkan pikiran adalah pekerjaan sulit. Betapa sulitnya menjaga pikiran dari berpikir, berpikir, berpikir, terus berpikir, selamanya menghasilkan pemikiran dalam aliran yang tidak terhentikan. Master Hindu di India mengatakan: satu duri dibuang dengan duri lainnya. Dengan ini mereka mengatakan anda akan menjadi bijak dengan menggunakan satu pikiran untuk membuang semua pikiran yang memenuhi pikiran anda. Satu pikiran, satu gambaran, satu frasa atau kata yang ditanamkan dalam pikiran anda. (hal.28)

Direktur spiritual Jan Johnson dalam bukunya, Ketika Jiwa Mendengarkan: Mendapatkan Ketenangan dan Arahan dalam Doa Kontemplatf, dia juga percaya bahwa pikiran adalah penghalang yang harus didiamkan:

Doa kontemplatif, dalam bentuk paling dasarnya adalah doa yang didalamnya anda mendiamkan pikiran dan emosi dan berfokus pada Allah sendiri. Ini menempatkan anda dalam kondisi untuk menyadari kehadiran Allah dan membuatmu bisa mendengar suara Allah, memperbaiki dan membimbing dan mengarahkan anda. (hal 16.)

Ray Yungen menjelaskan apa yang dicari dari “diam / tenang” dalam mistis kontemplatif:

Ketika Richard Foster berbicara tentang diam, dia tidak mengatakan diam eksternal. Dalam bukunya Doa: Mendapatkan Rumah Sejati bagi Hati, Foster merekomendasikan praktek doa nafas (hal 122) — memilih satu kata atau frasa pendek dan mengulang-ulanginya bersama dengan nafas. Ini adalah mistis kontemplatif klasik. … Foster mengutip orang mistis yang menyarankan, “Anda harus mengikat pikiran dengan satu pikiran” … Saya pernah menceritakan metode doa nafas Foster kepada penyembah New Age yang bertobat. Dia mengatakan dengan heran, “Itulah yang saya lakukan ketika saya terperosok dalam ashtanga yoga!” (Buku A Time of Departing – ATOD, hal 75.)

Dengan LD, mengulang-ulangi kata atau frasa pada akhirnya menyebabkan kata atau frasa itu kehilangan makna, kemudian suara pengulangan tanpa makna ini mulai membawa orang kedalam kondisi pikiran kosong. Yungen mengatakan: “Memaku pikiran pada satu pikiran adalah tidak wajar dan bertentangan dengan refleksi dan doa. Logika sederhana kita mengatakan bahwa mengulang-ulangi suatu kata tidak mempunyai nilai rasional. Misalnya jika seseorang meneleponmu dan kemudian hanya mengulang-ulangi namamu atau suatu kata terus-menerus, apakah menurut anda ini sesuatu yang membangun? Tentu saja tidak; anda pasti akan segera menutup telepon. Mengapa Tuhan akan berpikir lain? Dan jika kurang merasakan kehadiran Tuhan, apakah kehadiran seperti cahaya dalam meditasi dan memasukkan rasa keilahian yang palsu? (ATOD, hal 76.)

Yungen menasihati orang percaya bahwa “tujuan berdoa bukanlah untuk mengikat pikiran dengan kata atau frasa kosong tak berarti yang mendorong kondisi trans mistis, tetapi seharusnya menggunakan pikiran untuk memuliakan dalam kasih karunia Allah. Inilah nasihat rasul Paulus kepada jemaat: 2 Tim 2:15 Usahakanlah (KJV: belajarlah) supaya engkau layak di hadapan Allah. 2 Tes 1:11 Karena itu kami senantiasa berdoa juga untuk kamu. Berdoa adalah berbicara kepada Allah dengan segenap hati dan segenap pikiran. (ATOD, hal 75.)

Untuk menjaga orang-orang yang anda kasihi agar menjauhi penipuan spiritual dan kontemplatif spiritual, adalah sangat penting anda mengerti bahwa LD berperan penting menggiring orang kepada praktek meditasi pagan sepenuhnya. Dan kami tegaskan bahwa “kehadiran” yang dicapai dalam kondisi trans yang “diam/tenang” dengan mengulang-ulangi mantra terus-menerus (atau dengan fokus pada pernafasan atau obyek) ini BUKAN kehadiran Allah! Allah mengajarkan dalam Alkitab untuk tidak mempraktekkan “formula atau proses khusus, seperti LD Thomas Keating, untuk menciptakan pengalaman mistis (Ulangan 18:9-11); demikian kami rasa cukup peringatan tentang LD.

Informasi lebih lanjut:

Posisi dan Doktrin Parachurch

Saat ini banyak terjadi kesimpang-siuran dalam doktrin parachurch. Sebagian besar gereja sama sekali mengabaikan posisi dan doktrin parachurch karena biasanya parachurch dikelola oleh yayasan dan terpisah dari jemaat. Bahkan sebagian besar jemaat sama sekali tidak tahu-menahu mengenai parachurch yang dikelola oleh gereja.

Alkitab sangat sedikit sekali membahas mengenai parachurch. Karena itu agar bisa memahami bagaimana menerapkan doktrin terhadap parachurch, pertama-tama kita harus mengetahui dengan sangat jelas dimana posisi parachurch dalam gereja.

dimana posisi parachurch?

Perhatikan gambar ini. Menurut anda, dimana letak posisi parachurch sebenarnya? Mungkinkah posisinya diluar gambar ini? Jika diluar gambar, maka organisasi ini sama sekali tidak berhubungan dengan gereja dan penamaan parachurch menjadi salah kaprah.

Pastinya, posisi parachurch tidak boleh di A. Mengapa? Karena Jemaat yang adalah Tubuh Kristus langsung bertanggung jawab kepada Kristus sebagai Kepala yang berarti Jemaat hanya tunduk kepada Alkitab satu-satunya Firman Tuhan saja. (Efesus 5, Kolose 1 dan 2). Jadi tidak boleh ada sesuatu apapun yang menghalangi antara Jemaat dan Firman Tuhan. Tidak boleh ada kepausan, sinode, majelis, apalagi parachurch yang mengatur Jemaat.

Juga, parachurch tidak bisa di posisi B. Mengapa? Jawabannya sama dengan diatas. Karena Kristus hanya mendirikan satu organisasi saja, yaitu Jemaat yang adalah TubuhNya. Tidak pernah Kristus berurusan dengan organisasi apapun selain Jemaat yang Dia dirikan.

Sekali lagi, kalau posisi diluar jemaat itu organisasi atau yayasan apapun bebas berdiri diluar jemaat dan tidak perlu diatur oleh jemaat dan namanya sudah pasti bukan parachurch karena memang tidak ada hubungannya dengan jemaat.

Tinggal satu-satunya posisi yang memungkinkan bagi parachurch hanya di C saja. Jadi parachurch harus ada dibawah Jemaat! Apa artinya? Artinya parachurch harus tunduk kepada aturan Jemaat. Karena Jemaat harus tunduk kepada Alkitab satu-satunya Firman Tuhan. Dengan demikian maka parachurch pun harus tunduk kepada doktrin Alkitab juga.

Kalau parachurch tidak bisa diatur dan tidak mau tunduk kepada Jemaat dan kepada Alkitab, maka coret dan keluarkan dari struktur Jemaat sehingga bukan parachurch lagi. Maka organisasi atau yayasan itu bebas beroperasi dan tidak perlu tunduk kepada aturan Jemaat dan Alkitab.

Bagaimana posisi parachurch ditempat anda berjemaat?

Tujuh Prinsip Pelatihan Anak-anak Saleh

terjemahan https://www.wayoflife.org/reports/seven_principles_in_training_godly_chrildren.html
Artikel oleh Pastor David Sorenson ini berdasarkan bukunya Melatih Anakmu Menjadi Baik. Gereja-gereja harus membeli banyak buku yang bagus ini. Buku ini bisa dipesan dari Northstar Ministries, 1820 W. Morgan St., Duluth, MN 55811, 218-726-0209, www.northstarministries.com, [email protected]

I. Pentingnya Firman Allah

Jika ada suatu kebenaran dasar yang umum dalam melatih anak menjadi saleh, itu adalah pentingnya membangun dasar Firman Allah dalam kehidupan mereka. Ini sangat benar untuk semua orang lahir baru dan juga termasuk anak-anak dari jemaat Allah. Saya takutkan bahwa orangtua Kristen bergantung kepada media Kristen, guru sekolah minggu, program pemuda gereja, dan sekolah Kristen untuk melatih anak mereka menjadi saleh. Semua ini sangat baik dan bisa sangat membantu; tetapi, dasar utama kehidupan saleh sering hilang dari kehidupan anak-anak dan pemuda dari jemaat Allah. Dasarnya adalah penyerapan Firman Allah setiap hari.

Keanggotaan Jemaat Lahir Baru

Disadur dari https://www.wayoflife.org/reports/a_regenerate_church_membership.php

Ini adalah ringkasan dari buku Discipling Church: The Church That Will Stand until Christ Comes: https://www.wayoflife.org/free_ebooks/the_discipling_church.php

Keanggotaan jemaat lahir baru adalah prinsip Baptis kuno yang didasarkan atas pengajaran Alkitab yang jelas, dan dipraktekkan dalam sebagian besar gereja Baptis di Amerika sampai awal abad 20.

Pengakuan iman Somerset 1656 mengatakan,
Baca lebih lanjut

Menolak Jumboisme (ukuran jumlah / kuantitas)

terjemahan dari https://www.wayoflife.org/reports/renouncing_jumboism.php
(red. baca juga: https://yesustuhan.wordpress.com/tag/jumboisme/ )

Jika pastor ingin mengejar gereja alkitabiah yang semakin kuat, mereka harus berhenti mengukur dengan jumlah, baik sekolah minggu ataupun anggota jemaat atau pertemuan khusus atau persembahan atau misionaris yang didukung. Ukuran semacam ini tidak ada didalam Alkitab. Ini adalah rekayasa manusia, dan buahnya terlihat mengerikan. Bahkan sebenarnya jumlah tidaklah berarti dalam hubungan dengan kondisi rohani suatu gereja dan berfokus pada jumlah hanya membuat sombong atau mematahkan semangat.
Baca lebih lanjut