Alasan yang benar untuk pindah gereja

Terjemahan dari tulisan Pastor Terry L. Coomer

When Is It Right To Leave A Church?

Saya akan katakan sejak awal artikel ini bahwa ini adalah subyek yang sensitif. Bagaimanapun, saya ingin sampaikan pokok masalah karena kami mendapat kontak dari banyak orang yang bergumul dengan masalah dalam gereja lokal mereka. Dalam banyak hal permasalahan yang mereka pergumulkan mempengaruhi rumah tangga, pernikahan dan kerohanian anak-anak.
Saya sudah menjadi pastor lebih dari 30 tahun dan di lebih dari satu gereja. Karena pelayanan dalam “For The Love Of The Family” saya mempunyai kesempatan memberikan konseling pada banyak pastor dan keluarga mereka yang dan keluarga merek dan banyak yang dihancurkan dalam gereja lokal.

Saya juga memberikan konseling pada keluarga yang mempunyai keluarga yang dihancurkan oleh dosa dalam kepemimpinan di gereja lokal. Jadi saya melihat ini adalah masalah yang sangat sensitif. Kita tidak tinggal di dunia yang sempurna; bahkan kita tinggal dalam dunia dosa. Segala makhluk sama-sama mengeluh, Rom 8:22.

Pertama, saya adalah pendukung gereja lokal. Saya percaya rencana Tuhan di dunia saat ini adalah baik secara rohani, secara doktrin, dengan kepemimpinan yang dikendalikan roh, pengajaran dan kotbah alkitabiah, dan praktek gereja Baptis Fundamental Independen yang baik. Tetapi saat ini ada banyak perbedaan dalam gereja Baptis Fundamental Independen. Saudara-saudari, sejujurnya, banyak gereja Baptis Fundamental Independen saat ini bukan tempat yang baik bagi orang rohani yang ingin mengarahkan keluarga secara rohani. Tergantung pada data statistik yang anda amati dan bagaimana dilakukan, 60-80% dari semua anak-anak di gereja tidak tetap melayani Tuhan setelah usia 18. Ini adalah kegagalan serius.

Saya dalam pelayanan karena Tuhan memanggil saya untuk membantu orang-orang diselamatkan, belajar, bertumbuh dan mempunyai hubungan yang intim, pribadi, dan semangat dengan Tuhan. Untuk mempunyai hubungan yang benar dengan Tuhan dan bukan hubungan mekanis yang membawa kehancuran. Siapa meremehkan firman, ia akan menanggung akibatnya, tetapi siapa taat kepada perintah, akan menerima balasan. Amsal 13:13.
Sekeliling kita harini kita melihat kehancuran rohani orang-orang dalam gereja. Sejujurnya, beberapa disebabkan oleh kepemimpinan rohani yang buruk dalam gereja dan beberapa disebabkan ketidaktaatan kepada Tuhan dan FirmanNya oleh orang didalam gereja.

Walaupun saya adalah pendukung gereja lokal, saya bukan pendukung gereja yang berdosa dalam kepemimpinan atau dalam jemaat yang tidak mau ditangani oleh gereja. Rasul Paulus menunjukkan masalah gereja Korintus dimana mereka enggan menangani masalah dosa mereka. Mereka gereja yang duniawi dipimpin oleh emosi dan nafsu mereka. Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya. Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran. Roma 6:12-13. Saya sarankan untuk membaca dan merenungkan Roma 6:11-19. Saudara-saudari terkadang dosa harus ditangani didalam gereja. Terkadang dosa harus ditangani dalam kepemimpinan gereja. Tuhan tidak akan memberkati gereja yang tidak menangani dosa. Hal ini akan mempengaruhi kehidupan orang secara negatif jika tidak ditangani.

Saya sudah mendengar dan melihat kisah mengerikan gereja yang tidak terkendali dan hidup yang dihancurkan karena dosa pemimpin ataupun jemaat yang tidak ditangani. Ketika ini terjadi kita dapatkan gereja lokal dengan dosa seperti pada Efesus 4:31, Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan. Gereja menjadi tempat kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah. Tidak ada kebaikan dalam semua itu dan tentu akan menyakiti keluarga yang ingin hidup untuk Tuhan. Gereja menjadi tempat amarah dan pertengkaran, sebuah rumah “gila” literal.

Dr. David Cloud dalam artikelnya yang sangat bagus “Saya Bukan Pastormu” www.wayoflife.org mengatakan:
SAYA TIDAK MENDUKUNG ORANG YANG MEMISAHKAN DIRI DARI SEMUA GEREJA HARINI.
“Saya tegaskan: Saya tidak mendukung orang yang memisahkan diri dari semua gereja harini. Walaupun saya percaya umat Tuhan harus sangat teliti dan waspada dan tidak mengabaikan kesalahan, pada saat yang sama kita harus bersabar dan setia kepada institusi yang Tuhan tetapkan, gereja, dan otoritas Pastor yang Tuhan tunjuk, dan saya percaya kita harus memperjuangkan persatuan dan bukan perpecahan antara jemaat yang benar. Kedua hal ditonjolkan dalam Alkitab, walaupun tidak selalu hal yang mudah untuk mentaati keduanya dalam satu waktu dan tempat yang sama.
Dalam beberapa kasus mungkin tidak ada gereja yang baik, sehat rohani, percaya Alkitab yang terjangkau, dan saya tidak mengharapkan jemaat Tuhan untuk mengikuti gereja yang bisa merusak iman mereka atau menghambat kehidupan rohani mereka atau anak-anak mereka.
Saran saya dalam kasus seperti ini adalah mengusahakan untuk mendirikan gereja yang baik di tempat itu atau pindah ke tempat yang ada gereja yang baik. Pepatah mengatakan “jika ada kemauan pasti ada jalan,” dan biasanya benar. Paulus mengatakan, Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku (Fil 4:13). Ketika Tuhan memerintahkan sesuatu, Dia menyediakan jalan, dan gereja adalah rencana Tuhan untuk waktu ini. Hal ini disebutkan lebih dari 100 kali dalam Alkitab. Sebagian besar Perjanjian Baru ditulis kepada jemaat/gereja. Kita diperintahkan untuk tidak menjauhkan diri dari pertemuan jemaat (Ibrani 10:25) dan untuk mentaati otoritas diatas kita (Ibrani 13:17). Ayat-ayat ini terpenuhi dengan kita berjemaat. Jemaat mula-mula bertekun dalam pengajaran, persekutuan, doa dan memecahkan roti dalam jemaat (Kisah 2:42). Paulus menyerahkan Febe kepada jemaat di Roma, dan mengingatkan mereka bahwa dia sebelumnya adalah pelayan gereja Kenkrea (Rom 16:1). Itu adalah contoh yang diberikan dalam Alkitab. Saudara-saudari, domba membutuhkan kawanan domba dan gembala, dan itulah yang Tuhan sediakan dalam jemaat.
BIJAK DAN WASPADA DAN SABAR DALAM MENANGANI MASALAH DAN KESALAHAN DALAM GEREJA.
Bukan tugasmu untuk menggerakkan masalah dalam setiap kasus didalam jemaat. Tetapi, terkadang masalah adalah baik. Ada gereja yang sangat membutuhkan beberapa anggota untuk tampil dan berusaha membawa perubahan yang baik. Saya tidak mau mengecilkan hati jemaat Tuhan yang berusaha berdiri teguh tanpa kompromi untuk kebenaran dan kebajikan dalam generasi yang jahat ini, tetapi ada cara yang tepat untuk melakukannya.”

Saudara-saudari kita perlu bekerja dari atas kebawah. Seorang menulis kepada David Cloud mengatakan, “Banyak orang adalah saya benar; kamu salah. Seseorang bisa benar tapi tidak bajik sehingga tidak memberikan efek perubahan yang diinginkan. Orang ini bicara kepada orang lain dan menyebabkan perpecahan sebelum masalah sampai kepada pastor. Sekarang dia mencampurkan masalah dengan perpecahan dalam gereja. Kita perlu bekerja dari atas kebawah dengan rendah hati dan rahmat, mengetahui bahwa membutuhkan waktu untuk mengubah arah kapal. Dengan obat yang keras kita juga perlu mengajarkan hikmat untuk menanganinya agar bisa memberikan manfaat besar dan kerusakan yang minimal. Semoga kita tidak melihat kebelakang dan mengatakan, ‘Operasi berhasil, kita membuang semua kanker; sayangnya pasien meninggal!’ Kita membutuhkan dosis yang tepat untuk efek yang maksimal.”

Saudara Cloud melanjutkan, “Tidak ada daftar saran yang mudah satu-dua-tiga yang bisa saya berikan untuk memecahkan masalah dalam memperbaiki kesalahan dalam gereja. Tidak pernah mudah dan sebagian besar adalah masalah kedewasaan rohani dan mendapatkan dan menerapkan hikmat yang saleh dibawah pimpinan Roh Kudus.
Paulus mengatakan kepada jemaat Roma: Saudara-saudaraku, aku sendiri memang yakin tentang kamu, bahwa kamu juga telah penuh dengan kebaikan dan dengan segala pengetahuan dan sanggup untuk saling menasihati (Rom 15:14).
Jadi, untuk bisa menegur orang lain dengan cara yang bermanfaat mengharuskan kita dipenuhi dengan kebaikan dan pengetahuan. Ini membutuhkan orang yang dikendalikan roh. Ini merujuk kepada kedewasaan rohani dan dasar yang teguh dalam pengetahuan Alkitab. Jika saya berusaha “meluruskan gereja” tanpa kedua hal ini, saya tidak hanya gagal, tetapi saya akan menyebabkan lebih banyak kerugian daripada kebaikan.
Orang yang baru menjadi Kristen, khususnya, harus sangat waspada dalam berusaha menegur yang lain, terutama pemimpin rohaninya. Orang ini seringkali sangat bersemangat, dan saya tidak ingin mengurangi semangat itu, tetapi semangat harus dikendalikan dengan hikmat yang saleh dan orang yang baru percaya tidak banyak memiliki hal ini. Mereka disebut bayi dalam Kristus dalam Firman Tuhan, dan mereka dinasihati untuk minum susu dan tumbuh menjadi dewasa (1Pet 2:2). Itu adalah yang perlu diperhatikan bayi dalam Kristus, daripada berusaha meluruskan orang lain!
Sekali lagi, saya tekankan bahwa saya tidak berusaha mengecilkan hati jemaat Tuhan yang berusaha berdiri teguh menentang kesalahan dengan cara yang saleh. Saya tahu banyak orang berusaha melakukan dengan benar dan mereka secara keliru dicap pembuat masalah dan diperlakukan dengan sangat tidak terhormat oleh pastor dan jemaat. Tidak pernah mudah meragukan pemimpin jemaat, dan adalah fakta yang menyedihkan bahwa pemimpin yang memilih jalan yang salah atau dosa jarang yang berbalik daripadanya.
Ada masalah besar dalam gereja Baptis Fundamental dan Fundamental Alkitabiah harini, begitu banyak yang tadinya sehat sedang bergerak kearah Injili Baru dan filosofi pertumbuhan gereja kontemporer. Mereka memasukkan Alkitab modern, music modern dan standar pakaian modern. Mereka memperbolehkan wanita memimpin dengan cara yang dilarang Alkitab. Mereka menciptakan pelayanan pemuda yang duniawi yang memanjakan dan menyenangkan kedagingan daripada menantang pemuda kepada pemuridan alkitabiah. Ketika jemaat Tuhan bangkit melawan hal-hal ini, seringkali mereka dihina dan diabaikan.
Harap jangan salah paham apa yang ingin saya sampaikan disini. Saya TIDAK mau mengecilkan hati atau menghalangi jemaat Tuhan dalam pendirian alkitabiah dan benar di hari yang jahat ini. Saya hanya mendesak untuk bijaksana.
ADALAH ALKITABIAH DAN BENAR MEMPERTANYAKAN PASTOR MENGENAI SUATU HAL DALAM GEREJA, TETAPI ADA CARA YANG TEPAT MELAKUKANNYA.
Jika pastor tidak mau mendengarkan dan tidak mau dipertanyakan, dan jika dia menuntut “kesetiaan penuh,” saya sangat menganjurkan anda meninggalkan gereja tersebut. Orang tersebut adalah Diotrefes, dan tetap didalam gereja itu akan merusak kehidupan rohani anda and menjadikan anda seperti anggota kultus.
Jika, dilain sisi, anda mempunyai pastor yang saleh, rendah hati yang memenuhi standar Tuhan dan terbuka terhadap pertanyaan jemaat, bersabarlah dengan dia. Anda harus selalu mengingat bahwa anda bukan pastor. Dia, bukan anda, yang akan mempertanggungjawabkan jemaat dihadapan Tuhan. Dia, bukan anda yang menanggung beban pelayanan, dan saya yakinkan anda bahwa mungkin tidak ada pekerjaan yang lebih sulit di dunia daripada memimpin gereja dan berhubungan dengan ORANG! Dia, bukan anda, mempunyai panggilan Tuhan untuk membuat keputusan penting dalam pelayanan gereja.”

Beberapa orang bertanya kepada saya, Pastor Coomer, “Bagaimana saya menangani masalah dengan orang atau situasi?” Saya menasihati orang untuk memahami cara alkitabiah menangani masalah. Pertama sekali dalam roh yang taat, saya akan bertanya kepada Tuhan jika ini adalah masalah pada saya. Jika ya maka saya harus mengakui dosa saya dan bertobat. Jika Tuhan mengatakan ini bukan masalah pada saya, maka saya perlu tanyakan pada Tuhan jika saya perlu mengutarakannya. Tuhan bisa menjawab ya atau tidak disini. Jika Dia katakan ya, maka saya harus “menyampaikan yang benar dalam kasih,” Ef 4:15. Semakin banyak kebenaran yang saya sampaikan, semakin banyak kasih yang perlu saya gunakan. Tidak selalu perlu untuk disampaikan, tetapi apapun yang anda lakukan, tanyakan Tuhan terlebih dahulu. Jangan membuka mulut dan memasukkan kaki tanpa menggunakan otak dan dipimpin oleh Roh!

Satu saran saya adalah ini: penting bahwa kita tidak hanya mengkritik saja apa yang terjadi di gereja, tetapi kita mempunyai rencana positif untuk perbaikan. Kita mungkin perlu membagikannya sebagai ide dengan pastor. Ini akan memberinya kesempatan menjelaskan pemikirannya mengapa sekarang dilakukan seperti itu. Sangat mungkin anda tidak mengerti atau diberitahukan sesuatu yang salah tentang itu. Amsal 18:13 Jikalau seseorang memberi jawab sebelum mendengar, itulah kebodohan dan kecelaannya. Jelas, sangat banyak kebodohan dan kecelaan terjadi pada masa ini.
Saudara Cloud mengatakan, “Saya anjurkan anda selalu memberikan pastor kelebihan dalam keraguan. Tidak semua hal dalam gereja adalah hitam dan putih seperti yang kita pikirkan. Tuhan memberikan hikmat kepada pastor. Mereka tahu dan mengerti gambaran keseluruhan yang tidak anda ketahui. Pada saat yang sama, pastor juga hanyalah pendosa yang diselamatkan (semoga) oleh anugrah. Mereka belajar dan bertumbuh sama seperti jemaat Tuhan lainnya. Tuhan membiarkan kita melakukan kesalahan untuk mengajar kita; bukankah kita juga seharusnya memberikan kebebasan pada pastor sampai tingkat tertentu? Saya tidak mengatakan tentang kesalahan alkitab yang jelas dan kesesatan atau dosa yang membutuhkan pendisiplinan. Saya bicara tentang menjadi terlalu “sabar” dengan orang yang baru bertobat, dan tidak menangani hal sebanyak yang saya kira perlu, dan membawa pengkotbah yang saya tidak suka, dan ada atau tidak ada pelayanan pemuda, dan menugaskan pekerjaan kepada orang yang saya pikir tidak tepat, dan tidak memiliki program memenangkan jiwa persis seperti keingingan saya dsb.
(tetapi tentu saja setiap gereja harus memiliki program memenangkan jiwa sesuai dengan amanat agung)

Persyaratan seorang pastor adalah tidak angkuh (self-will, keras kepala). Berarti dia mengatur gereja dengan kehendak Tuhan dan bukan dengan pemikiran sendiri. Orang keras kepala mau melampaui orang lain dan mengendalikan mereka. Ini masalah sikap hati. Ini masalah kesombongan dan kurang belas kasih dan kesabaran yang saleh.
Pada saat yang sama, jemaat juga tidak boleh keras kepala. Jika Tuhan tidak memanggil saya menjadi pastor, saya tidak seharusnya mencoba mengatur gereja! Saya tidak mengatakan jemaat tidak boleh menyampaikan pendapatnya. Saya tidak mengatakan gereja bukan tubuh dan tiap jemaat tidak perlu dipertimbangkan. Saya hanya mengatakan bahwa jemaat perlu memeriksa dan memastikan dia tidak sedang menjadi sesuatu di gereja yang bukan panggilannya.

Berdasarkan kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, aku berkata kepada setiap orang di antara kamu: Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing. Roma 12:3.

Wanita harus dua kali lipat berhati-hati mengenai hal ini, karena Firman Tuhan melarang mereka mengajar atau memerintah pria (1Tim 2:12). Wanita bisa lebih rohani dan mungkin tahu lebih banyak, tetapi Tuhan tidak memberinya kebebasan untuk mengajar pria. Wanita harus bersabar dan tunduk dan menjadi prajurit pendoa yang hebat untuk menggerakkan hati Tuhan untuk campur tangan MELALUI PRIA ketika terjadi kesalahan dan masalah.
Ini bukan berarti wanita tidak bisa bertanya kepada pastor atau pemimpin jemaat lain jika dia mempunyai pertanyaan dan masalah, tetapi dia tidak diijinkan Tuhan untuk menjadi guru mereka. Dia dapat merekomendasikan materi sehingga pria bisa belajar dari pria lain, jika mereka mau memeriksa masalah, tetapi wanita tidak bisa menjadi guru pria.
Apa yang ingin saya sampaikan adalah untuk sangat bijaksana, dan saleh dan bersabar dalam berhubungan dengan pemimpin gereja.

Gal 5:14. Sebab seluruh hukum Taurat tercakup dalam satu firman ini, yaitu: “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!” 15. Tetapi jikalau kamu saling menggigit dan saling menelan, awaslah, supaya jangan kamu saling membinasakan. 16. Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.

Tuhan memberikan pastor otoritas (Ibrani 13:7,17). Beberapa ada yang menyalahgunakan otoritas mereka, tetapi bagaimanapun otoritas pastor adalah perintah Tuhan. Tidak semua orang didalam gereja mempunyai otoritas yang sama. Hal ini tidak berarti kita mengabaikan apa yang kita percaya salah. Pastor bukan Paus dan tidak mempunyai otoritas tak terbatas; otoritas mereka dibatasi Alkitab; dan jemaat tidak boleh mengikuti pastor dalam kesalahan. Tetapi sebagai jemaat, saya harus selalu mengingat bahwa pastor memiliki otoritas yang tidak saya miliki dan dia, bukan saya, yang mempertanggungjawabkan keputusan pastoral.

WAKTU UNTUK MENINGGALKAN GEREJA ADALAH KETIKA GEREJA MELAKUKAN KESALAHAN SERIUSATAU DOSA, TETAPI ADA CARA YANG TEPAT UNTUK KELUAR.
Waktunya untuk meninggalkan gereja, jika gereja tidak mengikuti Firman Tuhan, tetapi ada cara yang tepat untuk keluar dan seringkali orang keluar gereja untuk alasan kedagingan dan secara kedagingan.
Jika seseorang keluar dari gereja untuk alasan alkitabiah dan rohani, buahnya ditandai dengan penjelasan dalam Yakobus 3:17-18 – murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik. Orang ini akan mengatakan kebenaran dalam kasih. Dia keluar karena dia percaya itu kehendak Tuhan, tetapi dia lakukan dengan cara damai dan saleh. Dia menghargai pemimpin bahkan jika dia tidak setuju dengan mereka, dan dia tidak memiliki niat buruk terhadap mereka.
Tetapi jika seseorang keluar gereja dengan alasan kedagingan, buahnya ditandai dengan penjelasan dalam Yakobus 3:14-16 – kepahitan, iri hati, perselisihan, kebingungan, dan perbuatan jahat lainnya. Ini bukan dari Tuhan! Seringkali saya mengamati ini. Orang marah terhadap sesuatu dan meninggalkan gereja, tetapi tidak mereka lakukan dengan saleh. Mereka menyebabkan segala macam masalah dan berusaha menyakiti gereja, sebelum maupun sesudah mereka keluar. Seringkali mereka bahkan tidak mau membicarakannya dengan pemimpin secara ramah dan terbuka. Mereka tidak mudah diajak diskusi. Semua kasih yang pernah mereka miliki kepada gereja dan pemimpinnya menghilang. Mereka berurusan dengan tipuan. Mereka membelakangi pastor dan membencinya.
Saya menyadari Kristen yang berkompromi bisa menjadi kejam dan mengatakan kebohongan tentang orang-orang yang ingin memperbaiki. Mereka mengatakan kebohongan mengenai saya berulang kali, tetapi kita harus berhati-hati untuk tidak memberi kesempatan kepada kedagingan dan melawan kesalahan tidak secara alkitabiah dan bijaksana.
Jika anda harus meninggalkan gereja, lakukan dengan saleh dan tinggalkan kesaksian yang baik “sebanyak yang ada didalammu.”
Dan jika anda harus keluar dan bergabung dengan gereja lain, bergabunglah dengan gereja yang lebih baik. Tidak masuk akal jika orang keluar gereja karena kesalahan atau dosa tetapi bergabung dengan gereja yang lebih buruk!
Rasul Paulus mengatakan, “ikut saya seperti saya mengikuti Kristus,” dan kita bisa dan seharusnya mengatakan demikian; tetapi kita juga harus mengerti kita bukan rasul harini. Satu-satunya otoritas yang sempurna adalah Alkitab. Tidak ada pengkotbah yang sempurna.”

Seorang menulis kepada saya, Pastor Coomer, “Menyedihkan, seringkali ketika seorang keluar gereja dengan alasan yang baik, mereka segera disebut jahat, keji, tidak saleh dsb. oleh pastor dan pemimpin. Beberapa pastor tidak terkendali menjadi “Tuan atas warisan Allah” sehingga mereka berusaha menghancurkan siapapun yang keluar.” Sayangnya ini terkadang benar. Pada sisi lain hal yang sama pada orang yang keluar dan berusaha menghancurkan pastor. Beberapa berusaha menghancurkan pastor tanpa keluar.

Sejujurnya saudara-saudari, bisa ada masalah pada kedua sisi pagar. Kesetiaan pada gereja yang berdosa adalah salah, 2Tes 3:6,14. Kesetiaan buta pada gereja tanpa pertanggungjawaban adalah berbahaya dan tidak bijaksana secara rohani.
Bagaimana jika gereja tidak terkendali, ada kebohongan, penipuan, pertikaian tanpa henti, gosip, roh pemarah, ketidakjujuran pemimpin, ketidakwajaran keuangan, tidak bertobat dari imoralitas yang tidak mau ditangani? Inilah waktunya untuk keluar.

Saya mendengar dari seorang yang terlibat dalam gereja seperti ini. Saya selalu menyarankan orang untuk bicara dengan pastor terlebih dahulu. Pertanyaan pertama saya selalu sudahkah anda diskusikan dengan pastor? Jika tidak, saya akan mendorongnya untuk itu. Tetapi, terkadang orang perlu mengerti bagaimana bicara dengan pastor.
Dalam kasus ini pertikaian dalam gereja yang tidak terkendali. Pastor memiliki masalah amarah tidak ada yang bisa bicara dengannya. Dia meledak pada siapapun yang mempertanyakan otoritasnya atau tentang apapun dalam gereja. Dia menuntut kesetiaan buta kepadanya dan kepada gereja. Tidak seorangpun perlu duduk dalam pelayanan seperti ini. Saya sarankan semua pastor membaca Ef 4:29-32 dalam hal amarah mereka. Anda bisa mengatakan, “Tuhan marah terhadap dosa.” Ya, tetapi anda bukan Tuhan! Jangan berpikir anda Tuhan. Tidak ada orang yang pernah melihat laporan keuangan gereja selama beberapa tahun. Orang berbondong-bondong keluar gereja karena masalah amarah, keuangan, pertikaian, kedagingan dan banyak masalah lain. Tentu saja, semua yang keluar adalah jahat, keji dan durhaka. Saudara-saudara, sebagai pastor anda hanya bisa menjual itu sampai akhirnya orang menyadari TIDAK SEMUA YANG KELUAR GEREJAMU ADALAH JAHAT. Ada beberapa alasan. Ketika seorang keluar mereka dibicarakan, email dikirim tentang mereka dan mesin propaganda berputar. Akhirnya, pastor keluar dan tentu saja, meninggalkan gereja dalam kekacauan. Tetapi dia telah mengajarkan jemaat bagaimana berurusan dengan orang lain. Kebohongan, tipuan, gosip dan katakan apa saja tanpa fakta dan jalankan kampanye melawan mereka. Fitnah, bohong, gosip adalah aturannya. Ingat Galatia 5:15 Tetapi jikalau kamu saling menggigit dan saling menelan, awaslah, supaya jangan kamu saling membinasakan.
Tentu saja, jika pengkotbah mendapat petunjuk seseorang sedang mempertanyakan sesuatu lalu dia mengkotbahkan mereka dari mimbar dengan amarah. Walaupun saya pengkotbah yang keras, kita mengkotbahkan Firman kepada orang bukan dalam amarah kepada orang. Musa jatuh dalam masalah dengan Tuhan karena amarahnya dengan orang. Yakobus 1:20 sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah. Kita mengkotbahkan kuasa Allah tidak dengan amarah karena kita marah atau menyangka seseorang tidak setia buta terhadap pelayanan kita. Ada beberapa orang yang tercuci otaknya sehingga mengabaikan dosa dalam gereja atau pemimpin gereja dan membiarkannya bertahun-tahun. Mereka diajarkan kesetiaan kepada pastor dan gereja apapun dosanya. Tuhan mendorong kesetiaan, tetapi bukan membabi-buta tanpa pemikiran. Kesetiaan kita adalah kepada Tuhan dan FirmanNya.
Setelah bertahun-tahun, banyak kehidupan hancur dan orang Kristen kecewa dengan amarah kepemimpinan, perlakuan buruk kepada jemaat, dan pertikaian terus-menerus dalam gereja. Anak-anak dan keluarga dihancurkan secara rohani dan emosi oleh pertikaian yang terus-menerus dan masalah kedaginanga setiap hari minggu. Mengapa ada orang yang mau bertahan dalam gereja seperti itu?
Setelah konseling dengan pastor lain dan waktu sendiri bersama Allah dia memutuskan keluar dari gereja. Tentu saja, dia disebut jahat, keji dan durhaka dimata mereka. Dia berusaha keluar dengan damai tetapi segera dibicarakan dan dalam tulisan dalam segala hal untuk menghancurkan dan menyebarluaskan tentang karakternya. Ini adalah gereja yang menyedihkan yang sama sekali mengabaikan dosa mereka dan sayangnya banyak gereja seperti ini sekarang.

Saudara-saudari, Tuhan ingin pengalaman gereja menjadi tempat anda bisa tumbuh secara rohani, belajar, memuji dengan musik tradisional yang baik, dimana orang diperlakukan dengan ramah, Ef 4:32. Ini haruslah tempat Firman Tuhan dikotbahkan secara alkitabiah dalam kuasa Roh Kudus, yang memperhatikan orang-orang terhilang dan berusaha memenangkan mereka bagi Kristus, dan mau mendisiplinkan dan menolong orang. Ini adalah tempat mengajarkan orang bagaimana menghadapi dosa mereka dan bagaimana membantu keluarga mempunyai hubungan yang nyata, pribadi, bersemangat dengan Tuhan. Ini haruslah menjadi tempat keluarga saling memperhatikan dan bukan pusat hiburan. Keluarga yang dipimpin Roh belajar bagaimana menghadapi masalah dalam gereja dengan cara yang benar. Semua keluarga perlu belajar menghadapi masalah daripada mempeributkan masalah.
Ketika masalah terlalu jauh tak terkendali dan dosa didalam gereja dan tidak ada orang yang mau berurusan dengan itu maka inilah waktunya pindah ke gereja yang bisa memenuhi kebutuhan kehidupan rohani anda. Kesetiaan kepada gereja berdosa yang dituntut oleh pastor “penguasa” tidaklah alkitabiah dan tidak memuliakan Kristus. Keluarga anda pantas mendapatkan yang lebih baik dari Tuhan. Faktanya, kesehatan rohani keluarga anda bergantung kepadanya.

Selalu pastikan jika anda meninggalkan gereja adalah karena alasan yang alkitabiah, dengan cara yang baik, dipimpin Tuhan, untuk kedamaian keluarga anda, dan kesempatan memuji secara alkitabiah bagi keluarga anda.

Pendapat Anda:

Loading Disqus Comments ...
Loading Facebook Comments ...

Tinggalkan Komentar

Stats