Berhenti Menghakimi !

disadur dari

https://www.wayoflife.org/reports/stop_that_judging.php

Ada kebingungan besar tentang “menghakimi” harini, tidak hanya dalam Kekristenan pada umumnya tetapi bahkan dalam beberapa lingkaran yang paling “fundamentalis”. Sesaat setelah seorang pemimpin terkemuka dikritik, segera timbul seruan dari ribuan bibir, “Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi! Kamu pikir kamu siapa? Kamu pasti iri. Kamu pasti seorang yang picik. Kamu pasti seorang blogger kurang kerjaan.”

Hal ini disebabkan oleh ketidakmautahuan mengenai Alkitab, kekurangan hikmat rohani, ketidaktaatan kepada Firman Tuhan dan roh pengikut-manusia.

Alkitab mengutuk empat jenis penghakiman.

Pertama, Alkitab melarang penghakiman yang munafik.

Matius 7:1 “Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. 7:2 Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu. 7:3 Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui? 7:4 Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu. 7:5 Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu.”

Matius 7:1 seringkali dibawa keluar dari konteks dan disalahgunakan untuk mengajarkan untuk tidak menghakimi sama sekali.

Tetapi Yesus menjelaskan persis apa yang Dia maksudkan. Dia tidak mengutuk semua jenis penghakiman. Dia mengutuk penghakiman yang munafik. Menghakimi sesuatu pada orang lain yang saya sendiri perbolehkan dalam hidup saya adalah munafik, yang adalah dosa besar.

Bahwa Kristus tidak melarang semua jenis penghakiman sangatlah jelas dalam kotbah ini, dimana Dia mengajarkan pendengarnya untuk menghakimi nabi dengan teliti menyelidiki apakah mereka benar atau salah. ‘Matius 7:15 “Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas. 7:16 Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri? 7:17 Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik.’ Sangat tidak mungkin untuk waspada terhadap nabi palsu tanpa menghakimi pengajaran dan praktek dari Firman Tuhan. Bagaimana mungkin saya bisa tau siapa nabi palsu jika saya tidak mengukur pengkotbah dan pengajar dengan Alkitab?

Kedua, Alkitab melarang penghakiman berdasarkan pendapat pribadi atau sesuatu yang selain dari pengajaran Alkitab yang jelas.

Roma 14:4 Siapakah kamu, sehingga kamu menghakimi hamba orang lain? Entahkah ia berdiri, entahkah ia jatuh, itu adalah urusan tuannya sendiri. Tetapi ia akan tetap berdiri, karena Tuhan berkuasa menjaga dia terus berdiri.

Ini adalah ayat lain yang sering disalahgunakan. Pada umumnya dikatakan ayat ini melarang mengungkapkan dosa dan kesalahan.

Roma 14 juga digunakan untuk mendukung pengajaran bahwa Alkitab dapat dipecah-pecah menjadi yang penting dan yang tidak penting.

Tetapi Roma 14 sama sekali tidak berhubungan dengan ide populer bahwa di Alkitab ada yang tidak penting atau sekunder.

Kita tidak dibiarkan ragu mengenai jenis penghakiman yang dilarang Paulus. Dia memberikan dua contoh jelas: makan daging (Rom 14:2-3) dan hari raya (Rom 14:5-6). Alkitab diam dalam hal-hal ini. Tidak ada perintah ilahi dalam iman Perjanjian Baru mengenai hal-hal ini.

Jadi pokok dalam Roma 14 adalah bagaimana kita menghadapi hal-hal yang TIDAK JELAS DIAJARKAN DALAM ALKITAB. Jika Tuhan tidak mengatakan dengan tegas, maka saya diberikan kebebasan.

Pada sisi lain, dalam hal-hal yang Tuhan ajarkan dengan tegas, satu-satunya kebebasan adalah untuk taat.

Banyak orang menggunakan Roma 14:4 untuk membela banyak ketidaktaatan yang jelas, seperti musik duniawi, rambut panjang pria, pakaian tidak pantas, pengkotbah wanita, dsb. Karena Alkitab sangat jelas dalam hal-hal ini, adalah penyalahgunaan Roma 14:4 jika digunakan sebagai pembelaan.

Roma 14 tidak memberikan larangan penghakiman yang menyeluruh, dan tidak mengatakan bahwa ada doktrin yang penting dan ada yang tidak penting. Tetapi ini mengajarkan bahwa ada hal-hal yang diajarkan Alkitab dengan tegas dan hal-hal ini mengikat, tetapi ada banyak hal yang tidak diajarkan dalam Alkitab dan hal-hal ini tidak mengikat. Dalam hal-hal demikian, setiap orang percaya bebas membuat keputusannya sendiri dihadapan Tuhan, tetapi dia tidak boleh menjadikan keputusannya sebagai hukum untuk orang lain dan dia tidak boleh menghakimi dalam hal-hal ini.

Ketiga, Alkitab melarang penghakiman berdasarkan pemikiran dan tradisi manusia.

1 Korintus 4:3 Bagiku sedikit sekali artinya entahkah aku dihakimi oleh kamu atau oleh suatu pengadilan manusia. Malahan diriku sendiripun tidak kuhakimi. 4:4 Sebab memang aku tidak sadar akan sesuatu, tetapi bukan karena itulah aku dibenarkan. Dia, yang menghakimi aku, ialah Tuhan. 4:5 Karena itu, janganlah menghakimi sebelum waktunya, yaitu sebelum Tuhan datang. Ia akan menerangi, juga apa yang tersembunyi dalam kegelapan, dan Ia akan memperlihatkan apa yang direncanakan di dalam hati. Maka tiap-tiap orang akan menerima pujian dari Allah.

Ini adalah ayat lain yang seringkali disalahgunakan. Ayat ini sering digunakan untuk mengajarkan orang percaya tidak boleh menghakimi apapun di dunia ini dan harus memberikan semua penghakiman kepada Allah.

Tetapi ini akan menyebabkan pertentangan dengan banyak ayat lain dalam surat yang sama.

1 Korintus 2:15 Tetapi manusia rohani menilai (KJV:menghakimi) segala sesuatu, tetapi ia sendiri tidak dinilai oleh orang lain.
5:3 Sebab aku, sekalipun secara badani tidak hadir, tetapi secara rohani hadir, aku–sama seperti aku hadir–telah menjatuhkan hukuman (KJV:menghakimi) atas dia, yang telah melakukan hal yang semacam itu.
6:5 Hal ini kukatakan untuk memalukan kamu. Tidak adakah seorang di antara kamu yang berhikmat, yang dapat mengurus (KJV:menghakimi) perkara-perkara dari saudara-saudaranya? 6:6 Adakah saudara yang satu mencari keadilan terhadap saudara yang lain, dan justru pada orang-orang yang tidak percaya?
14:29 Tentang nabi-nabi–baiklah dua atau tiga orang di antaranya berkata-kata dan yang lain menanggapi (KJV:menghakimi) apa yang mereka katakan.

Dalam 1 Kor 4:3-5, Paulus jelas memaparkan jenis penghakiman yang dilarang. Dia melarang penghakiman berdasarkan “penghakiman manusia.” Ini adalah penghakiman berdasarkan pemikiran dan tradisi daripada berdasarkan Firman Allah.

Paulus juga mengatakan bahwa penghakiman utama dan terakhir adalah milik Tuhan; jadi kita harus rendah hati dan berhati-hati dalam penghakiman kita pada masa ini. Walaupun kita mempunyai Firman Tuhan dan kita harus menghakimi segala sesuatu berdasarkan Firman Tuhan, kita tidak boleh berpikir kita tidak bisa salah. Kita bahkan tidak mengetahui hati kita sendiri tanpa salah (Yer 17:9). Kita harus berjalan dalam terang yang kita miliki dan menghidupi kehidupan kita dan melatih pelayanan kita dengan terang itu, tetapi pengetahuan kita tidak sempurna pada masa ini dan penghakiman kita bisa salah.

Kita bisa mengetahui jika pengajaran doktrin seseorang adalah salah dan kita bisa cukup mengetahui, sehingga kita bisa menandai dan menghindari kesalahan itu, tetapi kita tidak mengetahui rahasia hati manusia dan kita tidak mengetahui segala hal yang akan datang ketika Tuhan menghakimi manusia dalam terang yang sempurna nanti. Jadi kita tahu bahwa semua penghakiman kita di dunia ini adalah sementara dan penghakiman terakhir akan diberikan oleh Allah saja.

Keempat, Allah melarang menghakimi dengan jahat.

Yakobus 4:11 Saudara-saudaraku, janganlah kamu saling memfitnah! Barangsiapa memfitnah saudaranya atau menghakiminya, ia mencela hukum dan menghakiminya; dan jika engkau menghakimi hukum, maka engkau bukanlah penurut hukum, tetapi hakimnya. 4:12 Hanya ada satu Pembuat hukum dan Hakim, yaitu Dia yang berkuasa menyelamatkan dan membinasakan. Tetapi siapakah engkau, sehingga engkau mau menghakimi sesamamu manusia?

Yakobus memperingatkan tentang dua macam penghakiman.

Pertama, Yakobus memperingatkan tentang fitnah (Yak 4:11).

Penghakiman yang tepat adalah mengatakan kebenaran dalam kasih. Kebenaran tidak jahat dan mengatakan kebenaran dalam kasih adalah tidak jahat. Keinginan akan kebenaran dan semangat melawan kesalahan adalah tidak jahat. Pemazmur mencontohkannya. Mazmur 119:128 Itulah sebabnya aku hidup jujur sesuai dengan segala titah-Mu; segala jalan dusta aku benci.

Jenis penghakiman yang dikutuk oleh Yakobus adalah menghakimi dengan merusak, mengarang cerita dan fitnah. Itu adalah menghakimi dengan tujuan jahat. Ketika seseorang menghakimi dosa dan kesalahan dengan benar dan alkitabiah, tidak pernah dengan tujuan untuk menyakiti orang lain.

Kita melihat contoh penghakiman jahat pada orang Farisi. Mereka menghakimi Yesus dengan cara yang jahat dan tidak berdasarkan kebenaran; mereka menghakimi berdasarkan tradisi mereka, dan mereka ingin menyakiti Dia (Yoh 7:52). Guru-guru palsu di Galatia dan Korintus menghakimi Paulus dengan cara yang sama, berusaha merusak dia dihadapan jemaat (2Kor 10:10).

Inilah yang dilarang oleh Yakobus, tetapi dia tidak melarang penghakiman yang alkitabiah dan kasih dan bahkan semangat menghakimi kesalahan dan orang yang menyebarkan kesalahan. Para rasul dan nabi pada masa awal jemaat semuanya terus memberikan penghakiman seperti ini, seperti yang kita lihat dalam kitab Kisah Para Rasul dan semua surat-surat Perjanjian Baru.

Kedua, Yakobus memperingatkan penghakiman yang bertentangan dengan hukum Allah. (“Hanya ada satu Pembuat hukum dan Hakim” Yak 4:12).

Hal ini mengenai menghakimi dengan standar manusia daripada ilahi, sehingga memposisikan diri sendiri sebagai pemberi hukum. Orang Farisi melakukan ini ketika mereka menghakimi Yesus dengan tradisi mereka (Mat 15:1-3).

Pada sisi lain, ketika orang percaya menghakimi dengan Firman Tuhan dengan saleh dan kasih, dia tidak melaksanakan penghakimannya sendiri; dia sedang mempraktekkan penghakiman Tuhan. Contohnya, ketika kita katakan bahwa adalah salah jika seorang wanita menjadi pastor atau adalah kehinaan bagi laki-laki berrambut panjang atau bahwa orang yang mengasihi dunia adalah penzinah, ini bukanlah penghakiman kita sendiri; ini adalah penghakiman Tuhan (1Ti 2:12; 1Kor 11:14; Yak 4:4).

Pendapat Anda:

Loading Disqus Comments ...
Loading Facebook Comments ...
Stats
%d blogger menyukai ini: