Mistis didalam Gereja: 10 Hal Penting Diperhatikan.

terjemahan

Klik untuk mengakses Mysticism-in-the-Church_10-Things_EXPANDED.pdf

Mistis menyusup kedalam Gereja: 10 Hal Penting Diperhatikan.
Lynn Lusby Pratt dan Lena Wood.

Pengantar.

Mungkin anda tidak menyadari bahwa mistis, agama berhala dari Timur, dan praktek okultis sedang menyusup kedalam Gereja. Jika anda ingin tetap dekat kepada Tuhan dan Firman-Nya, anda akan mulai merasakan adanya pergeseran (sedikit perubahan yang seringkali tidak disadari) yang meresahkan didalam pengajaran Kristen. Maka anda mungkin akan mengamati perkembangan terprediksi yang kami amati dalam dekade ini. Mari kita amati perkembangan 10 hal ini.

1. Perasaan Kasar.

Dalam bacaan Kristiani atau dari kotbah, anda mendapatkan perasaan kasar tentang suatu frasa atau suatu pengajaran, tetapi anda tidak bisa menunjuk langsung kepada permasalahannya. (Ketika disinggung perasaan kasar dalam diskusi, beberapa kepala di ujung ruangan mulai mengangguk-angguk.) Suatu frasa atau ide terdengar tidak tepat dalam buku yang kelihatan bagus. Misalnya: “hal-Kristus yang tidak mempunyai nama” (dalam buku John Ortberg, The Life You’ve Always Wanted); “Jiwa kita adalah pusat kudus dimana semuanya adalah satu” (buku Henri Nouwen, Bread for the Journey); “tidak ada yang salah … dengan erotisme dalam penyembahan” (Tony Campolo, Adventures in Missing the Point). Hal-hal seperti ini terdengar sangat aneh, tetapi anda tidak cukup memahami mistis / agama berhala dari Timur / okultisme untuk bisa melihat hubungan langsungnya. Jadi anda akan meneruskan saja, berpikir, Pastinya bukan ITU maksud dia! Lagipula, semua orang berpikir ini bagus, jadi mungkin OK saja. Jika tidak, tentu tidak akan ada di toko buku Kristen atau di gereja, ya kan?.

2. Kosakata yang sama dengan kamus yang berbeda.

Anda mulai merasakan dari konteks apa yang anda baca / dengar, bahwa pengertian baru sedang diaplikasikan kepada istilah Kristiani yang sudah jelas. Misalnya: Kristus seharusnya berarti “Yesus Kristus.” Tetapi sekarang bisa berarti Yesus yang berhasil mencapai status ascended-master (berarti anda juga bisa.) Atau bisa juga berarti “kesadaran kristus” (yaitu kesadaran akan kekristusan dirimu), atau bisa juga berarti kedatangan kristus kosmik, maitreya. Misal: Allah seharusnya berarti “Pencipta alam semesta yang Maha Kuasa,” tetapi kini bisa berarti suatu kuasa alam yang besar atau bundelan “cinta.” Misal: Pendamaian seharusnya berarti bahwa Yesus Kristus adalah korban pengganti bagi dosa kita, tetapi kini bisa berarti Yesus adalah contoh pengorbanan (tapi bukan korban sebenarnya); kematian-Nya adalah tindakan kasih yang menghangatkan hati kita.

Dan bicara tentang definisi, jangan salah mengartikan konsep mistis dengan hal misteri pada umumnya. Mistis berpusat pada gagasan bahwa akal dan pikiran mengganggu “komunikasi dengan Allah” (yang sering disebut “menyatu dengan maha kuasa”; yaitu saya menyadari bahwa saya yang maha kuasa). Mistis Kristiani (walaupun sebenarnya tidak mungkin bisa ada mistis Kristiani, karena Kristiani bertentangan langsung dengan dunia mistis) berusaha keluar dari perasaan wajar seperti berdoa dan mempelajari Firman Tuhan; mistis ingin melampaui batas kosmik (dengan masuk “gerbang kesadaran” atau trance melalui meditasi mantra) untuk mendapat pengalaman yang (katanya) luar biasa.

Sekarang, amati kembali dan sadari bahwa dengan kalimat-kalimat tersebut, penulis tidak mempunyai maksud yang sama dengan yang anda pikirkan: “Dalam kondisi mistis ini, kita memuja Kristus yang penebusan-Nya membawa kita lebih dekat kepada Allah.”

3. Pengajaran Doktrin Fundamental yang sesat.

Anda bisa menemukan kesesatan dalam buku-buku ataupun kotbah-kotbah. Rob Bell mengatakan: Jika “Yesus mempunyai ayah biologis duniawi yang bernama Larry dan arkeologis … membuktikan tanpa keraguan bahwa kelahiran dari perawan adalah proses mitologi oleh penulis Injil,” Bell mengatakan, kita tidak akan kehilangan bagian penting iman kita (Velvel Elvis, halaman 26). Dan anda berpikir, pemuda gereja menggunakan buku ini. Apakah dia berpikir tidak masalah penulis Alkitab berbohong dan bahwa Yesus bukan Allah?

Majalah Kristiani merekomendasikan buku Brian McLaren. Lalu anda dapatkan bukunya dan membaca: “Saya tidak percaya memuridkan harus sama dengan membuat orang menjadi Kristen. Mungkin bisa dianjurkan … menolong orang menjadi pengikut Yesus dan tetap dalam agama mereka, Buddha, Hindu atau Yahudi” (buku A Generous Orthodoxy, halaman 260.) Dan anda berpikir, benarkah? Apa yang diajarkan Alkitab? Seseorang memberikan anda kutipan Kristen Alan Jones, kemudian anda terkejut membaca bukunya: “Gereja yang ngotot bahwa kematian Yesus adalah untuk keselamatan seluruh dunia harus diakhiri … [karena] adanya Allah pendendam dibaliknya” (Reimagining Christianity, alaman 68.) Anda akan bertanya-tanya, apa yang dilakukan Jones dengan … seluruh Perjanjian Baru? Seseorang dengan bangga memperlihatkan anda Pembelajaran Alkitab Renovare. Tetapi dalam catatan kitab Yesaya, anda melihat bahwa Foster, Willard, Peterson dan Brueggeman menolak perikop nubuatan mesianik didalam kitab Yesaya, mengatakannya sebagai “imajinasi puitis.” Mereka juga mengatakan kita tidak tahu siapa yang menulis kitab Yesaya. Anda akan berpikir, hmm. Yesus, para penulis Injil, dan Paulus mengetahui siapa yang menulis kitab Yesaya. Sue Monk Kidd menulis beberapa buku. Anda berdiri di toko buku Kristiani dan membaca: “Otoritas utama kehidupan saya bukan Alkitab. … Bukan dari sumber diluar saya sendiri. Otoritas utama saya adalah suara ilahi dalam jiwa saya” (Dance of the Dissident Daughter). Anda berpikir, sebenarnya apakah sumber “suara ilahi” itu?

Anda semakin terganggu dengan semakin banyak hal seperti ini. Tetapi orang lain tidak ada yang perduli. Dalam pikiran anda, anda mungkin sedang berada didalam film ditengah serangan orang luar angkasa.

4. Catatan Akhir.

Anda teliti lebih lanjut dan memeriksa buku-buku yang dibaca orang. Beberapa nama sepertinya terus muncul dalam kotbah atau dalam catatan akhir buku. Diantaranya mereka yang mempromosikan mistis dan praktek/pengajaran yang berhubungan (walaupun beberapa orang dengan tulus tidak menyadari apa yang mereka promosikan) adalah pola dalam sumber yang dikutip. Beberapa nama kunci adalah: Thomas Merton, Teresa dari Avila, John of the Cross, Richard Foster, Henri Nouwen, Richard Rohr. Penelitian online keluarga spiritual nama-nama ini terus muncul. Jika anda menemukan pengajaran Hindu/Buddha/New Age/okultis … ini bukan kebetulan.

5. Pemimpin Gereja yang meremehkan.

Akhirnya, anda tidak tahan lagi. Ini salah! Anda menyampaikan keprihatinan anda kepada pelayan gereja. Walaupun anda mempunyai bukti, anda terkejut bahwa pemimpin gereja meremehkan: “oya, kita tidak bisa selalu sependapat dalam segala hal.” (seakan-akan anda kesal dengan warna cat di ruang serbaguna, dan bukan mengenai inti pengajaran.) Atau dia bisa berkata: “Saya belum mendengar tentang ini. Anda pasti salah” atau “Anda sedang mengkritisi sarjana hebat!” Pemimpin gereja anda sepertinya tidak ingin menyelidiki lebih lanjut, dan anda meninggalkan pertemuan dengan terheran-heran.

Mohon maaf, pelayan dan pengajar, mari kita pertimbangkan perlunya rendah hati dan mau belajar ketika kita salah atau tidak tahu. Saya masih ingat merasa dipermalukan satu dekade lalu ketika saya pertama kali mengetahui bahwa pergeseran mistis ini sedang terjadi. Saya telah mempelajari segala hal aneh sejak saya berumur 17 tahun. Tidak semua orang mempunyai latar belakang ini, tetapi saya seharusnya melihat tipuan baru ini karena setidaknya saya tahu istilah-istilahnya. Betapa memalukan! Tetapi ego bukanlah hal penting disini. Ketika kita mempelajari hal rohani yang penting, kita tidak bisa bertindak seakan-akan semuanya OK dan terus saja mengirim teman-teman kepada bimbingan rohani yang tidak dapat dipercaya.

6. Teknik Kebugaran Timur

Tidak mendapatkan kepuasan dari pengalaman #5, anda agak depresi tetapi lebih waspada dari sebelumnya. Kini anda mengetahui, dari penelitian anda, bahwa bahkan beberapa praktek yang diterima komunitas sekuler ternyata adalah religius, walaupun dianggap netral.

Argumennya adalah bahwa yoga (yang berarti “menyatu dengan ilahi”) sudah membuang kehinduannya; tidak religius, hanya latihan. Tetapi sekarang yoga sudah diterima umum, banyak iklan yang lebih terbuka mengakui adanya implikasi spiritual. Bahkan kundalini yoga (dirancang untuk membangunkan “kuasa ular”) kini diiklankan di pusat medis. Penulis Katolik Philip St. Romain dengan mengejutkan menyamakan kuasa ular kundalini ini dengan kuasa Roh Kudus! Reiki (bahasa Jepang yang berarti “kuasa roh”) juga digunakan dalam pusat medis dan rumah sakit dan bisa dipraktekkan tanpa sepengetahuan pasien. (Saya pribadi mengetahui beberapa kasus.) Mindfulness (aspek pelepasan Buddhis) dan visualisasi okultisme menjadi bagian konseling – bahkan diajarkan di kampus Kristiani, tetapi tanpa diberikan peringatan oleh profesional.

Anda membayangkan, cukup buruk untuk tetangga saya yang tidak religius tanpa menyadarinya terlibat dalam praktek religius; tetapi sekarang didalam gereja ada yang disebut yoga kristiani, reiki kristiani, zen kristiani. … Anda mendapatkan banyak momen “yikes!” sambil membaca apa yang terjadi di Perjanjian Lama ketika Israel mencampurkan praktek terlarang dengan apa yang Tuhan perintahkan.

7. Doa Kontemplatif.

Dalam menyelidiki segala hal ini, anda terus mendapatkan pembicaraan tentang doa kontemplatif (disebut juga doa pemusatan, centering prayer, dsb); ini terlihat seperti kunci untuk membawa mistis kedalam gereja. Bukan merenung dan bukan juga doa, ini adalah meditasi mantra – mengulan-ulangi suatu frase selama 10-20 menit sampai mencapai “gerbang kesadaran” atau trance. Hal ini dijelaskan oleh pakar promotor Kristen sebagai tanpa kata (tanpa makna), tidak untuk pemula (jadi, eksklusif; tetapi semua orang harus mencobanya, kata mereka), tanpa mediasi (?), dan bahkan berbahaya (anda bisa salah sambung.) Ada pemikiran bahwa jika semua orang religius mengesampingkan pengajaran agama mereka dan hanya meditasi saja, dunia akan mempunyai satu spiritualitas yang membahagiakan untuk semua. Hmm, terdengar cocok, mungkin ini sebabnya toko-toko buku Kristiani yang banyak tentang doa kontemplatif sepertinya tidak tertarik dengan Alkitab.

8 Interspiritualitas, Dialog antar agama.

Ketika anda (orang Amerika) pertama mendengar dialog antar agama, anda berpikir mereka membahas tentang Baptis berteman dengan Presbyterian. Kemudian anda memutuskan, bukan, ini pasti mengenai orang Kristiani dan Hindu dan atheis harus bekerja sama dengan damai atau dalam menolong korban bencana. Tetapi … um, kita sudah melakukan itu. Lalu anda melihat agenda dasar sebenarnya adalah memadukan semua agama dunia – setiap orang membangun spiritualitas dengan memilih “pesanan spiritualitas,” seperti dalam antrian makan. Anda membaca tentang Chrislam, Buddhis Katolik, Kristiani yang juga mengikuti Swami, dst. Bahkan ada upacara pemanggilan iblis didalam gereja. Juga diadopsi dari pagan berhala/okultisme dan masuk kedalam Kekristenan adalah labirin, memanggil arwah, channeling, lingkaran magis dan penyembahan dewi. Gagasannya adalah kita harus berpegang pada persamaan yang kita miliki dan membuang semua yang memecahbelah (seperti juga gagasan pada #7 – jika kita semua melakukan meditasi mantra dan mengesampingkan doktrin yang membosankan.) Tetapi diskusi “persamaan” adalah salah kaprah. Kasih Kristiani dan kasih buddhis sama sekali berbeda. Misalnya: damai dalam beberapa agama berarti “lakukan apa yang kami katakan atau kami bunuh kamu.” Membuang perbedaan dasar pada Kristiani berarti membuang Alkitab. Dan tentu saja Yesus. Yeah, Dia adalah masalahnya. OK. Baiklah, setidaknya banyak hal semakin jelas bagi anda sekarang. Kemudian …

9. Kehilangan sesuatu?

Anda banyak belajar dan semakin perduli, tetapi pada waktu yang sama anda kehilangan spiritualitas yang lebih eksotis. Teman-teman anda pergi ke “awan ketidaktahuan” dan membawa “barang kudus” hingga “Yesus” berbicara kepada mereka. Mereka kelihatannya mendapatkan pengalaman spiritual yang asik. Dan anda tahu mereka melihat kebawah anda “yang kasihan tidak tercerahkan.” Anda mungkin mulai mempertanyakan iman anda. Teman-teman mengatakan mereka melihat cahaya atau makhluk roh, visualisasi Yesus atau rasul Paulus menyampaikan pesan pribadi yang diminta, merasakan penyatuan ekstasi dengan seluruh umat manusia dan alam semesta. Pengalaman memabukkan pastinya membuat orang merasa spesial/superior. Tapi tunggu! Anda sudah melihat teman-teman yang membiarkan pengalaman ini diutamakan diatas otoritas Firman Tuhan yang benar dan Yesus yang benar, mereka telah merendahkan dasar kebenaran. Dengan gemetar, anda teringat puisi klasik “Laba-laba dan lalat,” dimana laba-laba mempermainkan lalat: “Jalan ke ruang tamu saya adalah tangga melingkar / dan saya mempunyai banyak hal menarik bagimu diatas sana.” Dalam Ulangan 12:30 Tuhan secara khusus memperingatkan bangsa Israel untuk tidak tertarik kepada agama lain. Anda mengingatkan diri sendiri bahwa perasaan bukanlah alat ukur kebenaran yang tepat.

10. Penerimaan Lugu.

Anda kini berada di persimpangan. Anda bisa menutup mata dan mengikuti otoritas manusia yang sedang kehilangan pegangannya pada Alkitab. Atau anda bisa tetap berjaga-jaga. Barangkali anda belum merasa perlu mempertanyakan materi belajar Kristiani hingga saat ini. Tetapi bagaimana kesesatan menyusup dengan perlahan (2 Petrus 2:1)? Bagaimana gereja terpapar doktrin setan (1 Timotius 4:1-3)? Bagaimana pengajaran palsu dengan cerdik bisa menipu bahkan orang-orang yang sudah lama dalam Kekristenan (Matius 24:24)? Mengingat kembali #1 anda sudah belajar bahwa anda harus mempertanyakan pengajaran yang memberi anda perasaan kasar: Siapakah “hal-Kristus yang tidak mempunyai nama” – akankah Allah merujuk kepada Anak-Nya dengan cara ini? Apakah akibat dari “erotisme dalam penyembahan”?

Ironisnya, banyak orang diluar gereja yang lebih memahami hal ini daripada kita. Laporan-laporan berita sekuler (seperti USA Today) beberapa tahun lalu secara mengejutkan menunjuk teologi dan praktek Kristiani yang kita adopsi. Beberapa penganut Buddhis yang berwawasan juga memahaminya. Sebuah ulasan Buddhis tentang buku Rob Bell, Velvet Elvis, mengatakan bahwa buku tersebut seharusnya “mendirikan bulu kuduk Kristiani yang berpikiran dan berwawasan luas.” Dan seorang blogger Buddhis mengatakan kepada muridnya bagaimana membuat seorang Kristiani menjadi Buddhis: “Jika informasi ini [misalnya, pengajaran Thomas Merton] bisa diajarkan dalam Seminari (Sekolah Tinggi Teologi) ini akan mulai berdampak kepada para pengkotbah dalam jangka waktu 10 atau 20 tahun kemudian. Ini yang sedang saya kerjakan. Jika para pengkotbah menyimpan Buddhis didalam hati mereka, maka kamu tidak perlu menjedukkan kepala ke tembok berhadapan dengan umat bodoh.”

Mungkin tuduhan bodoh bisa dibenarkan. Penerbit Alkitab The Message dihadapkan kepada beberapa bagian dengan penerjemahan yang salah. Perwakilan penerbit menjawab masalahnya dengan: “Emangnya ada orang yang tahu maksud isi Alkitab sebenarnya?” Astaga! Alkitab ditulis agar kita bisa mengenal Allah, mengenal kebenaran-Nya, dan mengetahui bagaimana Dia ingin kita hidup. Kita hanya perlu menjadi seperti orang Berea, yang “menyelidiki Alkitab” (Kisah Para Rasul 17:11) untuk memastikan apakah pengajarannya benar. Dan sangat baik untuk mengenakan seluruh perlengkapan persenjataan Allah untuk “tetap berdiri” melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap (Efesus 6:10-18.)

Pendapat Anda:

Loading Disqus Comments ...
Loading Facebook Comments ...