Benarkah Allah akan Menghancurkan Orang yang Menantang Pemimpin Kristen?

(terjemahan dari: http://letusreason.org/Pent77.htm )

Saya akan menggunakan contoh dari kotbah yang meresahkan dari seorang guru terkenal untuk menunjukkan bahwa Gereja sedang disesatkan dengan pengajaran palsu dan kelaparan akan kebenaran dalam Firman Tuhan. Belum lama Francis Chan berkotbah pada sekelompok orang di Gereja Bethel, menggunakan ayat Alkitab, dia memperingatkan bahwa Allah akan menghancurkan (membunuh) siapapun yang mempertanyakan atau menentang pengajaran pemimpin Kristen. Dia melanjutkan dengan beberapa nama pemimpin, (seperti, Rick Warren, Mark Driscoll, John Piper, dsb.) orang-orang yang tidak boleh ditentang.

Premis utamanya: menggunakan Perjanjian Lama (PL) dimana Allah mengatakan kepada bangsa Israel untuk tidak berbicara atau bertindak menentang Bait Allah yang bisa dihukum mati.

Dalam Perjanjian Baru (PB) sekarang ini jemaat adalah Bait Allah. Sehingga kita tidak boleh berbicara atau bertindak menentang Bait Allah. Ayat dasarnya: Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu. (1Kor 3:17)

Chan menggunakan kisah Uzza yang dihukum mati karena menyentuh tabut supaya jangan jatuh (1Taw 13:10), mengatakan “kita tidak mengerti kata kudus.”

Dia memberi contoh lain yang dihukum, seperti Musa. Mengacu pada Musa, Chan ingat pertama kali dia membaca ini dan berpikir sendiri bahwa Allah tidak akan menjauhkannya dari tanah perjanjian.

Chan menafsirkan tanggapan Allah terhadap Musa: “Karena kamu tidak memperlakukan saya dengan suci (untuk mencocokkan dengan konteks pesan Chan), Aku tidak akan membiarkanmu masuk tanah perjanjian.”
Tetapi bukan seperti itu yang terjadi. Dalam Bilangan 20:11-12, Musa diperintahkan untuk berbicara kepada batu, tetapi malahan Musa memukul batu dua kali dan air mengalir berlimpahan” (Musa marah kepada rakyat.) Tetapi TUHAN berfirman kepada Musa dan Harun: “Karena kamu tidak percaya kepada-Ku dan tidak menghormati kekudusan-Ku di depan mata orang Israel, itulah sebabnya kamu tidak akan membawa jemaah ini masuk ke negeri yang akan Kuberikan kepada mereka.” Musa marah kepada rakyat sehingga menyebabkan dia melanggar perintah Allah.

Chan juga mengacu kepada kisah Saul dan Samuel. Samuel terlambat dan Saul melaksanakan ibadah korban, Allah kemudian mengatakan akan mengoyak kerajaan dari dia.

Pemikiran Chan berawal buruk dan semakin buruk. Saya sungguh menyadari adanya kebutuhan memperbaiki hubungan yang rusak, tetapi apa yang dikatakan Chan tidak tepat dalam banyak hal.

Kemudian dia mengatakan persatuanlah yang membuat dunia percaya. Bukan begitu. Yoh 13:35 mengatakan, “Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.”

Apa yang dikatakan disini adalah bahwa dunia akan mengetahui kita adalah murid sejati, pengikut Yesus, dari kasih kita akan sesama, tetapi bahkan kesaksian itu tidak akan membuat mereka percaya. Hanya Injil, Firman Tuhan saja yang bisa melakukan itu.

Chan juga mengatakan dulu dia membaca bagian ini dan berpikir bagaimana idenya mengenai persatuan akan terjadi. Kedengaran seperti kebingungan dalam Katolik Roma. Francis Chan, itu sudah terjadi pada hari Pentekosta
(Sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, baik budak, maupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh. 1 Kor 12:13)
Roh Kudus masuk kedalam orang percaya dan orang percaya dibawa kedalam tubuhNya. Persatuan ini rohani dan dikerjakan oleh Yesus, bukan kita.

Perihal kotbah Chan mengenai bersatu atau dihancurkan, Lighthousetrail mengatakan

“bahkan mereka yang menanyakan pengajaran yang membingungkan juga diserang disini, tetapi bagaimana mungkin Allah mau menghancurkan kita? Mari kita pikirkan kembali, bukankah Alkitab mengatakan: Jadi mata tidak dapat berkata kepada tangan: “Aku tidak membutuhkan engkau.” Dan kepala tidak dapat berkata kepada kaki: “Aku tidak membutuhkan engkau.” (1Kor 12:21)? Tetapi Chan sedang mengatakan Allah tidak membutuhkan orang seperti kita (yang adalah bagian dari Bait Allah) dan akan menghancurkan kita.” (sumber: https://www.lighthousetrailsresearch.com/blog/?p=28116 )

Ironisnya contoh yang diberikan Chan sebagian besarnya adalah Allah menghakimi para pemimpin, orang-orang dalam posisi pemimpin dan yang berpengaruh.

Inti yang ingin disampaikan Chan kepada semua orang adalah ini: berhenti membicarakan dan menantang pemimpin; mengkoreksi orang yang sedang memberontak atau yang tertipu itu bukanlah kasih dan inilah yang dianggap Chan sebagai menghancurkan Bait Allah. “Jika orang mencoba menghancurkan persatuan ini … Bait ini.”

Kemudian mengenai orang pemecah-belah, Chan mengatakan perpecahan ini berbeda dengan rujukan dosa lain di Titus 3:10 yang mengatakan untuk memperingatkan satu dua kali lalu dijauhi. Dalam Alkitab Terjemahan Baru LAI, Titus 3:10 Seorang bidat yang sudah satu dua kali kaunasihati, hendaklah engkau jauhi. Ayat ini membicarakan mengenai orang yang menyebabkan perpecahan dengan mengajarkan ajaran palsu. Jika kita melihat ayat sebelumnya, kita bisa melihat Paulus merujuk kepada “persoalan yang dicari-cari dan yang bodoh (KJV: pertanyaan bodoh), persoalan silsilah, percekcokan dan pertengkaran mengenai hukum Taurat” yang disebutnya “tidak berguna dan sia-sia.” Dengan kata lain, ini adalah mengenai pengajaran yang pastinya termasuk juga orang-orang yang memecah-belah dari pengajaran Kristus.

Tetapi Chan mengatakan tutup mulutmu mengenai semua orang dan semua hal. Menurut pemikiran Chan ini Paulus adalah salah, karena menyebut nama orang dan memperingatkan Jemaat; Yesus sendiri pun menyebut nama dan kelompok yang menyesatkan orang dengan pengajaran palsu.

Lalu Chan meminta maaf karena mengatakan hal sembrono mengenai pemimpin lain. “Ketika saya melawan saudara yang lain, saya sedang membawa palu godam kedalam Bait.” Apakah kita dikutuk Allah jika kita jujur ketika seseorang mengajarkan sesuatu yang salah? Atau, apakah orang itu salah ketika mengajarkan hal yang salah?

Bayangkan jika seseorang mengajarkan bahwa kita semua adalah allah kecil atau mesias, atau bahwa Yesus bukan Allah dalam daging, atau bahwa tidak ada tritunggal. Menurut Chan kita tidak punya hak membicarakan ini. Chan mengatakan ini adalah gosip dan memperingatkan anda akan dihakimi. Sebaliknya, apa yang diajarkan Alkitab mengenai mengungkap pengajaran palsu dan orang yang menyebarkannya?

Titus 1:13 … tegorlah mereka dengan tegas. Efesus 5:11 adalah salah satu dari banyak nasihat untuk menguji pengajaran seseorang: “Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu.”
Roma 16:17 mengatakan, “supaya kamu waspada terhadap mereka (KJV: tandai mereka), yang bertentangan dengan pengajaran yang telah kamu terima, menimbulkan perpecahan dan godaan. Sebab itu hindarilah mereka!”

Chan melangkah lebih jauh dan menjelaskan kejadian di Alkitab dimana Allah mencabut nyawa orang, seperti kasus Ananias dan Safira (Kisah 5:10) dimana Petrus mengatakan mereka akan mati karena membohongi Roh Kudus.

Chan mengatakan mengenai mereka yang mempunyai kritik negatif terhadap pemimpin, tetapi dia tidak menyebut nama (lagipula, itu sama dengan melakukan apa yang sedang dia larang). Tetapi dia memberikan nama-nama pemimpin yang TIDAK boleh di kritik.

Apakah anda mengatakan Rick Warren? Ini adalah orang yang mengasihi Tuhan. Anda mungkin tidak setuju dengan semua yang dikerjakannya, tetapi teman, saya katakan kepadamu, dia mengasihi Yesus. Dan dia dipenuhi oleh roh.

Apakah anda menyerang Mark Driscoll? John Piper? Mike Bickel? Apakah anda mau menyerang beberapa penampilan Tubuh Kristus yang mungkin terlihat sedikit berbeda? Saya katakan teman, hentikan itu. Saya sudah bertemu orang-orang ini dan saya sudah melihat hati mereka. Saya bergaul dengan orang-orang di denominasi yang berbeda dan saya melihat mereka mengasihi Yesus. Mereka terlihat berbeda dari saya, tetapi saya bisa melihat Roh Kudus didalam mereka dan kita sebaiknya berhati-hati!

Chan mendukung mereka, mengatakan mereka mengasihi Yesus. Kalaupun benar demikian, mereka tetap bisa salah dan bisa menyebabkan kerusakan rohani yang besar. Bagaimana atau mengapa mereka mempunyai kekebalan rohani ketika mereka mengatakan sesuatu yang sangat salah dan bisa membawa kerusakan besar? Petrus mengasihi Yesus. Apakah ini membuat Paulus salah dengan menegornya dimuka umum karena kesalahannya? (Galatia 2:11,14)

Sebaliknya Chan melakukan persis hal yang dia tuduhkan orang lakukan dan memberi julukan. Dia seharusnya menambahkan namanya sendiri kedalam daftar orang yang akan dihancurkan Allah (menurut pemikirannya sendiri).

Bickel? Yang benar saja! Orang mungkin tidak ingat dengan keterlibatan Latter Rain dengan Bob Jones dan Paul Cain sebagai pemimpin nabi mereka (dalam Vineyard) yang adalah murid William Branham.

Karena Chan menggunakan Ananias dan Safira yang membohongi janji dan dibunuh adalah contoh yang tidak tepat. Dapatkah Chan menunjukkan dimana kebohongan orang yang dia tuduh, orang-orang yang mempertanyakan pengajaran yang tidak alkitabiah? Benarkah ini hal yang sama atau dia sudah melampaui Alkitab (yang Paulus instruksi supaya jangan kita lakukan)?

Apa yang dilakukan Francis Chan adalah menjatuhkan hukuman mati kepada orang Kristen yang berusaha menerapkan ketelitian, mengatakan dia menemukan contoh di Alkitab yang mendukung pernyataannya.

Chan bukan yang pertama melakukan ini. Contohnya Kenneth Copeland juga menggunakan taktik yang sama seperti juga Paul Crouch, Benny Hinn dan banyak yang lainnya. Kita seharusnya melihat mereka sebagai contoh apa yang menurut Chan harus menjadi kebijakan Gereja. Mereka mengancam orang-orang percaya, tapi ssshh jangan bilang-bilang.

Dengan kata lain, ini adalah cara baru menerapkan taktik “jangan sentuh orang yang diurapi Allah” untuk menghentikan kritik kepada mereka. (Dengan mengatakan demikian, dia melakukan persis apa yang dia larang).

Chan mengatakan kita yang memperingatkan yang salah untuk meletakkan palu godam. Jangan menghancurkan Bait Allah. Dia katakan “Jika kamu dari gereja lain, jangan katakan kepada saya apa yang terjadi disana dan bagaimana mereka memperlakukanmu, oh kamu korban yang malang!” Dia lalu menjuluki mereka enabler dan gila. Lalu dia berkata: Saya bagian dari Bait Allah. Sobat, berhati-hatilah dengan perkataan kita sobat. Saya mendengar orang-orang mengkritik pemimpin dimana-mana. Dulu saya belum cepat menghadapinya, tetapi sekarang saya serius. Apakah kamu gila?

Chan merujuk 2 Tawarikh 7 dimana Bait dikhususkan dengan korban dan api turun dari langit. Lalu dia katakan, “dapatkah kamu bayangkan membawa palu godam dan menghancurkan Bait? [setelah api turun dari langit?]”

Dia melanjutkan, “bagaimana jika temanmu membawa palu dan akan menghancurkan Bait? Apa yang akan kamu teriakkan? Tidakkah kamu akan berteriak, letakkan? Apa yang kamu pikirkan? Kamu gila? Jangan, jangan lakukan! jangan lakukan! jangan lakukan! Ini adalah kudus!”

Chan kemudian merujuk 1 Korintus 3:16-17, mengatakan kita adalah Bait Allah, dan jika seseorang menghancurkan (mengkritik) Bait Allah maka Allah akan menghancurkannya.

Inti dia menggunakan 1 Kor 3:16-17 adalah untuk mengaplikasikan contoh penghancuran fisik.

Untuk menunjukkan bagaimana pengajarannya tidak sesuai, mari kita lihat beberapa komentar Alkitab:
Pertimbangkan tiga komentar berikut tentang 1Kor 3:16-17:

Jika seseorang menajiskan … atau merusak, mengotori … Arti kiasannya adalah, “Jika seseorang dengan pengajarannya atau pengertiannya mengikuti jalan yang cenderung merusak Jemaat, Allah akan memberi hukuman yang berat.” (Barnes’ Notes dengan menambahkan tekanan)

Jika seseorang melukai, mengotori atau merusak Bait Allah dengan pengajaran yang salah (Adam Clarke’s Commentary; tambahan tekanan)

Jika seseorang menajiskan Bait Allah … Dengan hikmat duniawi, melalui filosofi dan tipu muslihat kosong; dengan memasukkan pengajaran palsu, salah dan kesesatan sehingga mengotori pikiran mereka dari kesederhanaan dalam Kristus (Gill’s Commentary, tambahan tekanan)

Apa yang kita dapatkan disini adalah pemelintiran ayat Alkitab oleh Chan untuk mencocokkan pesannya. Kenyataannya makna ayat 1Kor 3:17 sangat bertentangan dengan pengajarannya. Pemecah-belah adalah dilakukan dengan pengajaran yang salah, bukan oleh orang yang menelanjanginya.

Chan mengemukakan standar untuk tidak mempertanyakan atau membantah pengajaran tdiak alkitabiah secara terbuka. Seorang Gembala atau Pengajar seharusnya mengijinkan bahkan mendesak agar kita membandingkan apa yang dikatakan dengan Firman Tuhan – untuk pertanggung-jawabannya dan untuk keselamatan kita. Paulus memuji jemaat Berea karena menyelidiki Alkitab memeriksa pengajarannya!

Sebagai satu tubuh, kita harus melindungi satu sama lain dari pengajaran salah; tetapi menurut Chan kita tidak boleh membahas ini.

Tetapi hati Allah adalah untuk umatNya, untuk melihat mereka terlindungi dan aman sama seperti kita inginkan kepada keluarga kita. Chan mempertanyakan: “Allah, mengapa tidak lebih banyak orang yang mati?” Dan ini yang saya dengar dari Tuhan: “MEREKA BELUM DIPERINGATKAN!”

Walaupun Chan mengatakan tidak mau kita dihancurkan Allah, dia meramalkan bahwa Allah akan mengambil nyawa orang yang mengatakan hal negatif mengenai pengajaran pemimpin saat ini. Kelihatannya, pelayanannya adalah memperingatkan orang yang menyelidiki pengajaran agar berhenti menyelidiki.

Chan melanjutkan:
Dan satu-satunya cara Allah bisa membawa persatuan adalah jika Dia sungguh bertindak dan Dia sungguh menentang yang sombong dan Dia sungguh merendahkan dan Dia sungguh menghancurkan. Dan saya katakan, saya sungguh percaya waktunya sudah tiba ketika Allah sendiri mendengar semua percekcokan, semua gosip, semua perpecahan, dan Dia tertahan karena peringatan belum tersebar. Dan saya percaya Dia menyuruh saya – peringatkan.
Anggap ini peringatan pertama anda.
Hmmm.

Pertimbangkan apa kata Yohanes dan Yakobus. Jika seorang pengajar memberikan pengajaran yang salah, bukankah itu yang menghancurkan Bait? Adalah orang yang mengajarkan pengajaran salah yang harus diperingatkan menurut Alkitab. Pengajaran salah berasal dari kesombongan. Menguji pengajaran adalah tindakan rendah hati terhadap Firman.

Saya tidak akan membela orang yang kasar dan memberi julukan dan gosip jahat dan meremehkan orang, saya akan membela orang yang dengan rendah hati dan alkitabiah menyelidiki kebenaran dari kesalahan dan berbicara karena mengasihi saudara yang menerima pengajaran yang salah.

Menurut pandangan saya, kotbah Chan adalah usaha (entah dia menyadarinya atau tidak) untuk mengintimidasi, membungkam dan mengendalikan perkataan orang. Pastinya ini bukan pikiran Kristus.

Kita perlu lebih menyelidiki pengajaran secara alkitabiah, tidak kurang. Bukan mengutuk tetapi menyelidiki apakah yang diajarkan benar atau salah, terutama pada hari dan masa ini.

Chan kemudian mengatakan, “Ini tidak berarti saya tidak mengatakan kepada orang lain ataupun pemimpin lain, hei, saya khawatir dengan kepercayaanmu dalam hal ini, tetapi ini antara saya dengan mereka.” Maaf, tidak jika mereka menyebarkan pengajaran salah kepada ribuan atau jutaan. Ini bukan pelanggaran pribadi, tetapi pelanggaran terhadap seluruh tubuh.

Orang yang dewasa iman akan mendengarkan kandungan isi dan tidak diombang-ambing oleh semangat atau kemampuan bicara yang menyarakan emosi.

Kita diperintahkan untuk menguji setiap roh apakah berasal dari Allah.
Jika kita bungkam terhadap kesalahan, seperti yang ditegaskan Chan, pastinya gereja akan dibanjiri dengan guru-guru palsu. Inilah yang terjadi jika kebijakan bungkam menghadapi kesesatan, yang adalah pemecah-belah sebenarnya.

Amsal 24:
23 Juga ini adalah amsal-amsal dari orang bijak. Memandang bulu dalam pengadilan tidaklah baik.
24 Siapa berkata kepada orang fasik: “Engkau tidak bersalah”, akan dikutuki bangsa-bangsa, dilaknatkan suku-suku bangsa.
25 Tetapi mereka yang memberi peringatan akan berbahagia, mereka akan mendapat ganjaran berkat.

Kita lihat Firman Tuhan mengungkapkan pikiran yang sangat berbeda daripada pandangan Chan terhadap orang yang menentang kesalahan.

Kotbah Chan: https://www.youtube.com/watch?v=UHuue9ZXzmM

Pendapat Anda:

Loading Disqus Comments ...
Loading Facebook Comments ...
Stats
%d blogger menyukai ini: