terjemahan dari https://www.wayoflife.org/reports/the-history-of-how-evangelism-was-corrupted.php

Berikut adalah rangkuman dari buku The Discipling Church: The Church That Will Stand Until Christ Comes (Gereja Pemuridan: Gereja yang tetap berdiri hingga Kristus datang). Lihat penjelasan pada bagian akhir.

Pada awal tahun 1970, Gereja Baptis Independen pada umumnya secara rohani lebih kuat daripada harini (walaupun tidak pernah cukup kuat, pada perkiraan kami), dan salah satu alasan adalah mereka lebih berhati-hati dalam keselamatan.

Pertimbangkan beberapa contoh utama berikut:

John R. Rice 1940 – Bertobat secara harfiah berarti perubahan pikiran atau rohani terhadap Tuhan dan terhadap dosa. Ini berarti berpaling dari dosamu, dengan tulus, segenap hatimu dan berserah sepenuhnya kepada Yesus Kristus yang menyelamatkanmu (What Must I Do to Be Saved? 1940).

Baptist Bible Fellowship International, 1950 – Kami percaya bahwa Pertobatan dan Iman adalah kewajiban mutlak, dan juga kasih karunia tidak terpisahkan, ditanamkan dalam jiwa kita oleh Roh Allah yang menghidupkan; sehingga menyadarkan secara mendalam akan dosa, bahaya dan ketidakmampuan, dan jalan keselamatan oleh Kristus, kita berpaling kepada Allah dengan penyesalan tulus tak terukur, pengakuan dan permohonan pengampunan, pada saat yang sama menerima Tuhan Yesus Kristus sepenuh hati dan secara terbuka mengakui DIA sebagai satu-satunya Juruselamat sepenuhnya (Baptist Bible Fellowship, Articles of Faith, 1950).

Harold Sightler, 1963 – Memikirkan bahwa pertobatan tidak menyebabkan pendosa untuk berpaling dari dosanya dengan sukacita adalah tidak mungkin (Chastening and Repentance, 1963).

B.R. Lakin, 1964 – Pertobatan kepada Allah — yaitu berpaling menjauh dari segala dosamu dan segala yang kamu tahu salah, dan memalingkan muka, kemudian berserah kepada Yesus Kristus sebagai Penebusmu sepenuhnya (Prepare to Meet Thy God, 1964).

Lester Roloff, 1965 – Pertobatan adalah kesedihan terhadap dosa. Pertobatan adalah meninggalkan dosa. Pertobatan sesungguhnya adalah berserah percaya dalam Yesus Kristus sehingga kamu tidak akan hidup seperti itu lagi. Pertobatan adalah permanen, tetap… Pertobatan adalah jauh lebih besar daripada yang disangka banyak orang. Ini adalah keharusan mutlak jika kamu mau masuk sorga (Repent or Perish, 1965).

Highland Park Baptist Church c. 1965 – Berikut adalah yang harus dilakukan orang berdosa untuk diselamatkan. Dia harus MAU diselamatkan (Yesaya 1:18-19). Dia harus rela diselamatkan Allah (Wahyu 22:18).. Dia harus mengakui dirinya orang berdosa (Mazmur 51:3; Lukas 15:7). Dia harus bertobat – berbalik membelakangi dosa dan berpaling kepada Allah (Kisah Rasul 20:21; Lukas 13:2). Dia harus percaya kepada Kristus dan Karya PenyelamatanNya yang sudah selesai (Kisah Rasul 16:31; Yohanes 1:12; Roma 10:10; Yohanes 3:16) (Handbook for Our Members, Highland Park Baptist Church, Chattanooga, Tennessee, p. 32).

Leon Maurer, 1970 – Doa hafalan atau kalimat pengulangan tertentu tanpa pertobatan sesungguhnya dan iman tidak pernah menyelamatkan siapapun (Soul Winning: The Challenge of the Hour, The Sword of the Lord, 1970).

Saat para tokoh ini mengatakan berbalik dari dosa, semua orang pada jaman itu mengerti maksudnya. Mereka tidak membicarakan tentang perubahan atau pekerjaan yang menyelamatkan. Mereka membicarakan sesuatu yang terjadi didalam hati. Mereka membicarakan tentang perubahan pikiran menyeluruh (red: radikal, sampai ke akar-akarnya) yang menempatkan individu pada jalur baru.

Gereja Baptist Independent  setelah tahun 1970

Terjadi perubahan drastis dalam memenangkan jiwa dalam tahun 1970.

Ada tren untuk ukuran besar, dan ini adalah motivasi untuk perubahan dalam metode dan doktrin memenangkan jiwa.

Publikasi The Sword of the Lord mempromosikan konsep “terbesar” dan “pertumbuhan tercepat”. Ini adalah cara perkenalan pengkotbah  di Gereja Highland Park Baptist Church, Chattanooga, Tennessee, pada tahun 1970. Saya berada disitu. Saya mendengarkan perkenalan itu.

Suatu program penginjilan baru diperkenalkan dan disebarluaskan dengan cepat. Saya mengalami program ini di Highland Park sebagai murid di Tennessee Temple tahun 1974-1977.

Jack Hyles adalah guru yang paling berpengaruh dalam metode baru memenangkan jiwa dan penanaman tunas Gereja baru, tetapi  publikasi The Sword of the Lord inilah yang memberikan promosi yang luas. Pada tahun 1960 The Sword of the Lord menerbitkan tulisan Hyle Let’s Go Soul Winning and Let’s Build an Evangelistic Church. Pengaruh tulisan ini meledak pada tahun 1970.

Pengaruh kedua, sejak 1970 adalah Curtis Hutson, yang kemudian menjadi editor The Sword of the Lord sejak kematian John R. Rice pada tahun 1980. Buku Hutson Winning Souls and Getting Them Down the Aisle (Sword of the Lord, 1978) sangat berpengaruh. Guru Hutson adalah Jack Hyles.

Jack Hyles mengajarkan bahwa semua masalah Gereja bisa diselesaikan dengan programnya:

Memenangkan jiwa adalah rahasia dasar dari setiap masalah di dalam Gereja. Contohnya, disini sebuah gereja mempunyai pelayanan yang dingin. Tidak ada kehangatan. Disana. Tuhan tidak menemui mereka. Bagaimana kamu mengatasinya? Mulailah memenangkan jiwa. Jika seseorang berjalan ke mimbar setiap minggu dan mengakui iman mereka dalam Kristus, itu akan banyak menghangatkan pelayanan. Disini Gereja bermasalah dengan kewajibannya. Tidak cukup orang yang mengerti. Gereja bermasalah menangani masalah hukum. Tidak cukup hikmat. Alkitab mengatakan, “Barangsiapa memenangkan jiwa adalah bijak.” Allah akan menambahkan hikmat kepada yang memenangkan jiwa (Hyles, Let’s Build an Evangelistic Church, p. 34).

Program memenangkan jiwa ini, yang saya sebut “Quick Prayerism,” mempunyai karakteristik berikut:

1. Penekanan pada “masuk sorga jika anda mati”

Salah satu hal yang terjadi pada 1970 untuk merusak praktek penginjilan adalah penekanan pada “masuk sorga jika anda mati”.

Ini adalah inti program memenangkan jiwa Jack Hyles.

Itu dapat dilakukan begini. “Sekarang, Pak Doe, ijinkan saya bertanya: Apakah anda tahu jika anda mati saat ini anda akan pergi ke sorga?”
“Tidak, saya tidak percaya”
“Ijinkan saya bertanya: Tidakkah anda ingin mengetahui? Tidakkah anda pikir akan baik jika anda bisa tau jika anda mati anda akan pergi ke sorga?”
“Ya.”
“Baik, ijinkan saya bertanya: Jika saya bisa menjelaskan Alkitab kepada anda bagaimana anda bisa mengetahui tanpa keraguan, bahwa anda bisa mengetahui sekarang dan anda bisa melihatnya dan anda bisa memahaminya, maukah anda mempercayainya? Maukah anda melakukan apa yang ditulis Alkitab?”
“Anda lihat apa yang sedang saya bicarakan? Adalah baik jika dia berkomitmen melakukannya; kemudian anda melangkah jauh memenangkan dia sebelum anda menjelaskan rencananya. Jadi, tiga pertanyaan ini: (1) Tahukah anda jika anda mati sekarang anda akan pergi ke sorga? (2) Maukah anda mencari tahu? (3) Jika saya bisa menjelaskan bagaimana anda bisa tahu, maukah anda melakukannya? (Hyles, Let’s Go Soul Winning, Sword of the Lord Publishers).

Contoh paling mengerikan dari program ini sudah kita lihat adalah buku saya mengenai Yohanes 3:16: Lola Mazola’s Happyland Adventure. Sampulnya menggambarkan seorang anak yang gembira di roller coaster memegang Alkitab. Anak-anak diajari bahwa surga adalah tempat yang menyenangkan, seperti Disneyland abadi, dan mereka dapat pergi ke sana “ketika mereka mati” dengan mengucapkan doa pengakuan dosa. Ini termasuk “sertifikat peringatan” yang ditandatangani dan diberi tanggal untuk memproklamasikan keamanan abadi anak. Sampulnya tertulis, “Penulis terlaris Robert J. Morgan telah menceritakan kisah ini kepada anak-anak selama bertahun-tahun dan secara pribadi menyaksikan ratusan dari mereka segera berpaling kepada iman didalam Yesus.”

Tidak ada sekalipun dalam Kisah Para Rasul kita temukan pengkotbah mengatakan, “Maukah anda pergi ke sorga jika anda mati? Jika iya, anda harus lakukan ini…” Tidak ada yang mengisyaratkan hal seperti ini didalam Alkitab.

Pengkotbah dalam Perjanjian Baru menjanjikan hidup kekal melalui Yesus Kristus, tetapi mereka tidak pernah menggunakan kalimat “maukah anda pergi ke sorga” dalam penginjilan. Sebaliknya, penekanannya adalah pada mengenal dan melayani Kristus dalam kehidupan sekarang. Penekanannya adalah dalam memuridkan disini dan sekarang, bukannya mendapatkan tiket ke sorga. Ini adalah melakukan pekerjaan yang sesuai dengan pertobatan (Kisah Rasul 26:20). Ini adalah ditetapkan untuk melakukan pekerjaan baik (Efesus 2:10). Ini adalah hidup yang jujur, benar dan saleh di dunia ini (Titus 2:12).

2. Doa orang berdosa menjadi fokus memenangkan jiwa.

Hal lain yang terjadi pada 1970 dalam merusak praktek penginjilan adalah bahwa doa orang berdosa menjadi fokus.

Sebuah contoh doa orang berdosa berikut dari traktat God’s Simple Plan of Salvation:

“Yesus terkasih, saya tahu saya orang berdosa; saya tahu saya sepantasnya mendapatkan neraka karena dosa saya. Saya percaya Yesus mati bagi saya, dan saya berserah pada Mu untuk menyelamatkan saya dari neraka dan memberikan saya hadiah kehidupan yang kekal. Terima kasih Yesus telah menyelamatkan saya. Amin”

Doa orang berdosa dapat ditelusuri sampai pada pertengahan abad 20. American Tract Society didirikan pada 1825 selama “Kebangunan Rohani Kedua”, tetapi barulah tahun 1955 dipublikasikan traktat pertama yang berisi doa orang berdosa.

Billy Graham mempopulerkan doa orang berdosa dalam traktat injilnya, sejak 1950 dengan Langkah Berdamai dengan Allah.

Doa orang berdosa juga dipopulerkan oleh Bill Bright dan Campus Crusade for Christ

Adalah Jack Hyles yang mempopulerkan doa orang berdosa dalam lingkungan Gereja Baptis Independen. Ini adalah penekanan pada bukunya dan Sekolah Pastor tahunan. Dia mengatakan, “Anda harus berusaha membuat mereka berdoa.”

Pada konferensi Alkitab beberapa tahun lalu, seorang pria menantang saya, mengatakan, “Apa salahnya dengan doa orang berdosa? Apakah anda percaya menggunakan doa orang berdosa?”

Jawaban saya sederhana: “Tunjukkan pada saya doa orang berdosa didalam Perjanjian Baru.”

Yesus tidak pernah memimpin seorang dalam doa orang berdosa, dan Paulus tidak pernah memimpin siapapun dalam doa orang berdosa.

Dalam kursus penginjilan kami Menabur dan Menuai, kami mendorong orang untuk mempelajari sendiri bagian-bagian berikut untuk mempelajari bagaimana berhadapan dengan orang secara alkitabiah. Pelajari bagian-bagian ini dan tuliskan setiap pelajaran yang bisa kamu dapatkan mengenai penginjilan.

– Nikodemus – Yohanes 3: 1-16
– Wanita di Sumur – Yohanes 4: 1-43
– Pemuda yang kaya – Markus 10: 17-27
– Zakheus – Lukas 19: 1-10
– Sida-sida Etiopia – Kisah Para Rasul 8: 26-39
– Lydia – Kisah Para Rasul 16: 14-15
– Kepala Penjara Filipi – Kisah Para Rasul 16: 23-40
– Orang Atena – Kisah Para Rasul 17: 14-34

Pada bagian-bagian Alkitab ini, anda akan menemukan bagaimana memenangkan jiwa secara alkitabiah. Bukan fokus kepada doa orang berdosa, tetapi mempunya beberapa karakteristik berikut:

Penginjilan alkitabiah menyajikan Injil (Mark 16:15-16; Ro. 1:16). Pekerjaan yang diberikan Tuhan kepada umatNya sebagai duta Kristus adalah untuk mengkotbahkan Injil kepada setiap orang dimuka bumi. Injil didefinisikan intinya didalam 1 Korintus 15:1-4. Ini adalah pesan yang harus dinyatakan dan dijelaskan. Orang berdosa tidak harus menjadi teolog untuk diselamatkan, tetapi dia harus memahami dan menerima Injil. Untuk memahami Injil, seorang harus mengerti karakter Allah sebagai Hakim yang Kudus. Dia harus memahami bahwa dia adalah orang berdosa menurut definisi Alkitab, berarti dia tidak baik dan tidak ada kebenarannya yang dapat diterima Allah. Dia harus mengerti siapa Yesus Kristus dan kepentingan kematian Kristus sebagai korban penebusan. Dia harus mengerti bahwa Kristus bangkit dari maut. Dia harus mengerti apa maknanya Kristus mati dan bangkit, menurut Alkitab.

Pekerjaan memenangkan jiwa adalah menjelaskan Injil. Berapa lama ini tergantung kepada latar belakang agama pendengar, pemahamannya dan faktor lainnya.

Penginjilan alkitabiah adalah membawa orang berdosa kepada iman yang segenap hati didalam Yesus Kristus (Kisah Rasul 8:36-37). Keselamatan bukanlah sebuah doa; ini adalah hubungan pribadi dengan Allah didalam Kristus. “Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.” (Yohanes 17:3).

Penginjilan alkitabiah mendorong orang berdosa untuk berseru kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat.

Roma 10
9. Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.
10. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.
11. Karena Kitab Suci berkata: “Barangsiapa yang percaya kepada Dia, tidak akan dipermalukan.”
12. Sebab tidak ada perbedaan antara orang Yahudi dan orang Yunani. Karena, Allah yang satu itu adalah Tuhan dari semua orang, kaya bagi semua orang yang berseru kepada-Nya.
13. Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan.

Disini keselamatan dijelaskan sebagai pengakuan Yesus Tuhan dengan mulut, percaya dalam hati bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari maut dan berseru kepada Dia.

Kata Tuhan disebutkan tiga kali dalam bagian ini. Mengatakan bahwa seseorang bisa menerima Kristus sebagai Juruselamat dan tidak sebagai Tuhan sama sekali tidak ada dukungan alkitabiah. Yesus adalah Tuhan, dan setiap jiwa akan sujud kepadaNYA sebagai Tuhan, baik dalam keselamatan ataupun dalam penghakiman.

Untuk percaya kepada penyelamatan Kristus dalam bagian ini (mengakui Dia, mempercayai dan berseru kepadaNYA) membutuhkan seorang yang mengerti dan mempercayai Injil yang dikotbahkan Paulus dalam Roma pasal 1-3: manusia sepenuhnya dibawah kondisi terkutuk dihadapan Allah Yang Kudus dan manusia tidak mempunyai kemampuan untuk menyelamatkan dirinya sendiri dengan amal dan mentaati hukum (Roma 1:18 – 3:20) dan karya penebusan Kristus menggantikan manusia diatas kayu salib (Roma 3:21-29).

Berseru kepada Tuhan dalam pengertian di Roma 10:13 bukanlah “doa orang berdosa” seperti yang diajarkan dalam penginjilan doa orang berdosa. Ini hanyalah penerimaan Yesus Kristus secara pribadi sebagai Tuhan dan Juruselamat.

Doa orang berdosa bisa membantu bebera orang yang tidak tahu apa yang harus dikatakan kepada Tuhan dalam berseru kepadaNya untuk diselamatkan. Isteriku dibantu dengan doa orang berdosa ketika dia diselamatkan saat remaja. Tetapi doa orang berdosa bukanlah tujuan penginjilan. Membuat orang berdosa menerima Kristus yang hidup adalah tujuannya. Kalaupun doa orang berdosa digunakan, haruslah dengan sangat berhati-hati dan bijak pada waktu yang tepat dengan orang yang tepat.

Dan jika doa orang berdosa digunakan, harusnya suatu doa yang baik yang membantu orang menyatakan pertobatan dan iman yang alkitabiah. Sebagian besar doa orang berdosa yang kami temukan mengabaikan pertobatan.

3. Membajak tanah ditukar dengan program penjualan cepat

Hal lain yang terjadi di 1970 yang merusak praktek penginjilan adalah konsep alkitabiah praktek membajak tanah dengan hukum pada hati orang berdosa ditukar dengan program penjualan cepat.

Ketika kami merujuk pada membajak tanah, kami merujuk kepada menaburkan benih Injil, menjelaskannya dengan hati-hati, menggunakan hukum untuk menunjukkan kebobrokan orang berdosa, mendoakannya dan dengan sabar menanti buahnya hanya oleh Roh Allah.

Hukum Musa diberikan untuk menunjukkan manusia kondisi kebobrokannya dan memimpinnya kepada Sang Juruselamat (Galatia 3:24-25).

Dalam Roma 1-3 kita lihat Paulus menggunakan hukum seperti ini. Dia menghabiskan hampir dua pasal penuh untuk membongkar kebobrokan manusia dan keadilan penghakiman Allah atas semua manusia sebelum dia menjelaskan tentang kasih karunia Allah dalam penebusan Kristus.

Inilah sebenarnya yang disebut “Jalan Roma”! Ini sangat hati-hati membawa orang berdosa sepenuhnya terhilang total sebelum mencoba membawakan keselamatan.

Kita memikirkan orang-orang yang diselamatkan pada hari Pentakosta. Tiga ribu orang diselamatkan hari itu, tetapi mereka adalah orang-orang Yahudi yang mendalami hukum Allah! Mereka mengetahui tentang seorang Allah Pencipta Yang Kudus; mereka tahu tentang kejatuhan, tentang dosa dan kebenaran; mereka mengerti mengenai kebutuhan penebusan; mereka mengerti nubuat. Hukum sudah mempersiapkan mereka untuk mengerti Injil.

Baptis “kuno” percaya pada membajak tanah dengan hukum untuk menyebabkan orang berdosa melihat dirinya sendiri sangat berdosa dan bobrok. Kami telah melihat bagaimana J. Frank Norris mengkotbahkan neraka seminggu penuh sebelum memberikan undangan keselamatan dan Harold Sighter mengkotbahkan 25 pesan sekaligus tentang murka Allah.

Tetapi, persiapan yang hati-hati dan sabar ini digantikan dengan program doa cepat.

Jack Hyles mengajarkan lusinan trik psikologi. Perhatikan bagaimana dia menggunakan doa untuk memanipulasi individu.

“Banyak cara melakukan ini, tetapi anda harus berusaha membuat mereka berdoa. Jika dia sudah siap, katakan, ‘Dapatkah saya berdoa untukmu, dan ketika saya berdoa, maukah anda berdoa dan meminta Allah menyelamatkanmu harini?’ Mungkin dia belum terlalu siap. Mungkin anda tidak tahu. Anda bisa katakan, ‘Dapatkah saya berdoa supaya anda diselamatkan?’ Mungkin anda berpikir dia akan membiarkan anda berdoa untuk dia diselamatkan. Lalu kamu katakan, Dapatkah saya berdoa bersama anda sebelum saya pergi?”

Bagaimanapun, menundukkan kepalamu adalah baik. Jika anda berbicara dengan dia, mungkin dia akan memotong, tetapi jika anda berbicara dengan Tuhan, dia tidak akan memotong. Anda bisa mengkotbahkan dia sedikit didalam doa. Jika anda tidak bisa memenangkan rekan kepada Kristus, dan jika dia tidak membiarkan anda menyajikan rencana kepadanya, cara terbaik untuk mengabarkan kepadanya bagaimana diselamatkan adalah memberitahukan kepada Tuhan dan biarkan orang berdosa mendengarkanmu.

“Saya masuk kedalam rumah dan berkata, ‘Tuan, maukah anda mengetahui bagaimana diselamatkan?'”

‘Tidak, saya tidak punya waktu untuk itu. Isteriku sakit dan saya sibuk.’

‘Bolehkah saya mendoakan isterimu sebelum saya pergi, supaya dia bisa membaik?’

Dengan isterinya berbaring sakit, hanya seorang bodoh yang tidak membiarkan pengkotbah untuk berdoa baginya. Dia bilang, ‘Baiklah.’

Saya berdoa, “Ya Tuhan, berkatilah isteri ini dan sembuhkanlah dia, dan tolong orang ini untuk mengerti bahwa Roma 3:10 mengatakan ‘seperti ada tertulis: “Tidak ada yang benar, seorangpun tidak.’ Dan jika orang mati dalam dosanya, menurut Roma 6:23 ‘Sebab upah dosa ialah maut’ Ya Tuhan, tunjukkan dia bahwa Roma 5:8 adalah benar mengatakan bahwa ‘Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.’

Doakan baginya rencana keselamatan. Dia tidak akan memotongmu. Anda bisa meloloskan banyak hal dengan berbicara kepada Tuhan hal yang tidak bisa anda katakan langsung kepadanya.

“Tiba-tiba saya berhenti berdoa. Saya berdoa yang sederhana. Tidak pernah doa yang besar. Anda harus berdoa yang sangat sederhana sehingga dia tidak akan keberatan mengikuti doamu.”

Anda bisa doakan ini, ‘Ya Tuhan, disini seorang yang perlu pertobatan. Saya berdoa Anda menolong dia diselamatkan. Semoga dia menerima Kristus. Tuhan engkau mengasihi dia’ Sekarang kawan, mari berdoa. Anda berdoa seperti itu dan dia akan berdoa dalam semenit.

“Saya selalu berhenti dalam pertengahan doa. Saya katakan, ‘Ya Tuhan, pimpin orang ini untuk diselamatkan. Anda memimpin saya kemari dan saya doakan supaya dia diselamatkan harini. Semoga isterinya mempunyai suami Kristen dan anak-anaknya mempunyai ayah Kristen. Barangkali harini hari keselamatannya.’ Selagi kami menundukkan kepala dalam doa, ‘Tuan Doe, maukah anda meminta Allah untuk mengampunimu dan katakan kepada Dia bahwa anda mau diselamatkan?’

Lihat, anda berhenti ditengah doamu dan memimpin dia berdoa. Saya katakan ini: lima puluh persen jika anda sampai sejauh ini, orang hilang ini akan berdoa (Hyles, Let’s Go Soul Winning).

It adalah manipulasi psikologi murahan. Trik licik. Tidak jujur. Jika anda mengatakan pada seorang bahwa anda mau berdoa untuknya, tetapi tujuanmu sebenarnya adalah mengkotbahi dia dan membuat dia berdoa orang berdosa, itu adalah penipuan. Kita tidak melihat petunjuk seperti ini dalam Injil maupun Kisah Para Rasul.

Pertimbangkan contoh metode berikut. Carl Hatch disebut “pemenang jiwa terhebat di dunia” oleh editor The Sword of the Lord, Curtis Hutson dan juga oleh Jack Hyles:

Remasan Carl Hatch

Saya tidak menanyakan siapapun apakah mereka ingin diselamatkan. Jika anda ingin jawaban positif anda harus menanyakan pertanyaan positif. Jika anda tidak ingin jawaban jangan bertanya. Jika anda ingin jawaban ya tanyakan pertanyaan ya. Memenangkan jiwa adalah positif. Dan dalam memenangkan jiwa anda menggunakan banyak psikologi.

Contohnya jika anda tersesat dan saya katakan, “Tuan Smith, ijinkan saya bertanya. Anda tidak ingin pergi ke neraka kan?

Dia akan menjawab, Tidak.

Saya katakan, “Bagus, anda ingin pergi ke sorga kan?” Dia akan menjawab, Ya. Saya akan menjawab, “Tentu saja. Tentu saja. Tentu saja. Saya bersyukur pada Allah untuk orang yang tidak mau masuk neraka.”

Anda mengerti? Saya menegaskan fakta bahwa dia mau masuk sorga. Saya jaga semuanya positif.

Saya tidak berkata, “Boleh saya tunjukkan ini padamu?” atau “Apakah anda keberatan saya bacakan Alkitab untukmu?” Itu adalah negatif dan anda mungkin akan mendapatkan jawaban negatif. Saya hanya berkata, “Saya sangat senang anda tidak mau masuk neraka dan saya hanya butuh beberapa menit menunjukkan beberapa ayat untukmu. Saya tidak bisa lama dan saya tau anda juga. Ada tiga hal yang perlu anda ketahui. Pertama, Yesus mati bagimu, Bukankah ini luar biasa? Kedua, Yesus mengasihimu. Bukankah ini luar biasa? Ketiga, Yesus ingin anda pergi ke sorga. Bukankah ini luar biasa? Dan saya sangat gembira anda mau.”

Lihat, saya bersikap positif.

Dia mungkin mengatakan dia punya banyak pertanyaan, tetapi orang belum diselamatkan tidak punya pertanyaan. Jangan biarkan orang belum diselamatkan bertanya. Katakan anda akan menjawab mereka nanti, tetapi pertama anda ingin membaca beberapa ayat Alkitab. Orang belum diselamatkan tidak punya pertanyaan. Jika mereka diselamatkan, itu menjawab semuanya. Ini akan berhasil dalam sebagian besar kasus. Jika dia seorang pria, letakkan tanganmu di bahunya dan katakan, “Tuan Jones, saya ingin berdoa untukmu. Saya sangat senang anda ingin pergi ke sorga. Allah sangat baik padamu. Tundukkan kepala bersamaku. Lalu saya berdoa, “Tuhan saya sangat berterima kasih untuk orang ini yang tidak ingin terbakar dalam neraka. Saya sangat senang dia ingin pergi ke sorga dan tidak membawa anak-anaknya ke neraka. Saya berterima kasih padaMU untuk orang ini. Dan saya berdoa Tuhan tolong dia melihat kebutuhan ini.”

Saat kepala kami masih tertunduk, saya katakan, “Tuan Jones, jika anda ingin sorga sebagai rumahmu dan Kristus sebagai Juruselamatmu, doakan seperti ini. Tuhan Yesus.” Dan jika dia tidak mengulangi dan mencoba tidak berdoa, saya memeras bahunya. Saya gunakan teknik ini. Jika saya berurusan dengan presiden bank, saya ambil tangannya dan jika saatnya untuk dia berdoa, saya meremas tangannya. Kami namakan remasan Carl Hatch. Ini berhasil. Jika saya berurusan dengan wanita, saya minta dia letakkan tangannya pada Alkitab, dan jika waktunya berdoa saya hanya tepuk sedikit pada tangannya. Barhasil; berhasil!

(Ini dari seminar memenangkan jiwa Carl Hatch di Texas Baptist University. Hatch dijuluki pemenang jiwa terhebat di dunia oleh editor Sword of the Lord, Curtis Hutson dan juga oleh Jack Hyles.)

Ini tidak lebih dari teknik penjual murahan. Mungkin cara yang baik untuk menjual mobil bekas, tetapi ini cara buruh memenangkan jiwa bagi Kristus. Tidak ada hal seperti ini dalam Alkitab.

Kita tidak bisa membayangkan Tuhan Yesus ataupun para rasul melakukan hal seperti ini. Ketika Yesus berurusan dengan perempuan di sumur, Dia tidak menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang menjurus untuk menjaga subyek positif. Dia yang membongkar kebobrokan gaya hidup perempuan itu. Ketika Kristus berurusan dengan Nikodemus, Dia menghadapkan orang ini dengan kebutuhannya akan kelahiran baru, hal yang sama sekali tidak positif bagi Nikodemus. Kristus mengatakan kepada pemuda kaya untuk menjual segala miliknya dan mengikuti Dia. Dia mengatakan kepada orang jika mereka tidak bertobat maka mereka akan binasa, yang adalah pendekatan yang sangat negatif (Lukas 13:1-5). Dia mengatakan bahwa hanya orang yang tetap dalam FirmanNya saja yang benar-benar muridNya (Yohanes 8:30-31).

remasan Carl Hatch adalah praktek terkutuk yang membuat penginjilan alkitabiah menjadi teknik penjual murahan. Hatch tidak meluangkan waktu untuk menangani dengan hati-hati dan jelas segala bagian dari Injil. Apa dan siapa Kristus? Apakah dosa? Apakah maksudnya Kristus mati untuk dosaku? Apakah maksudnya Dia mati sesuai Alkitab? Aapakah artinya dia bangkit dari maut? Dan Hatch sama sekali tidak menyinggung pertobatan.

Yesus dan para penginjil di masa awal gereja sama sekali tidak mengetahui mengenai “Remasan Carl Hatch.”

4. Program Cepat

Hal lain yang terjadi di 1970 yang merusak praktek penginjilan adalah pengembangan program cepat.

Buku memenangkan jiwa Jack Hyles mendorong penginjil untuk mencoba menuntun orang yang sama sekali asing kepada doa orang berdosa hanya dalam beberapa menit. Seringkali dia mengatakan memimping orang dalam doa orang berdosa dalam 10 atau 15 menit.

Suatu sore saya pergi memenangkan jiwa bersama seorang pastor yang dilatih dalam metode ini. Dia adalah hamba Tuhan, tetapi tanpa berfikir dia melakukan metode yang diajarkan kepadanya. Di setiap pintu dia akan menerapkan rencana Hyles. Dia akan bertanya jika seorang mau pergi ke sorga ketika dia mati dan jika dia mau mendengarkan bagaimana caranya. Tidak seorangpun mengajak kami masuk rumah, sejauah ingatan saya, dan mereka tidak tertarik kepada Yesus Kristus. Tetapi ketika mereka tidak benar-benar menutup pintu, pastor ini segera menerapkan poin dasar “Jalan Roma” (yaitu, anda orang berdosa, upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus). Setelah presentasi yang hanya beberapa menit ini, dia berkata, “Apakah ada pertanyaan?” Tidak ada. Kemudian dia bertanya, “maukah anda berdoa untuk menerima Kristus sebagai Juruselamatmu?” tidak seorangpun yang cukup berminat mengajak kami masuk rumah dan mereka tidak ada pertanyaan, tetapi dia siap memimpin mereka dalam doa orang berdosa dalam keadaan ini. Ini adalah doa cepat. Dan sebagian besar adalah murid universitas yang mendalami evolusi dan humanisme. Kemudian saya bertanya kepada pastor ini mengapa dia sama sekali tidak menyinggung pertobatan dalam presentasinya, dan dia katakan dia tidak memikirkan hal itu.

(bagian berikut tidak diterjemahkan)

Following is the full content of Jack Hyles’ Romans’ Road:

I always use the following: “Now, Mr. Doe, there are only four things you must know to be saved. First, you must know that you are a sinner. For example, Romans 3:10 says, ‘As it is written, There is none righteous, no, not one.’ Let me illustrate. If there is none righteous, that means I’m not righteous, doesn’t it? (Notice, I didn’t get him unrighteous first; I got me unrighteous. Never put the sinner below you. You always let him know that but for the grace of God you would be in the fix he is in. You get yourself lost first.) So if there is none righteous, I’m not righteous. If there is none righteous, then Mr. Doe, you are not righteous. Also, it says, ‘For all have sinned, and come short of the glory of God.’ Now if all have sinned, that means I’ve sinned– right? That means your wife has sinned, and that means you have sinned.”

If he still acts like he is not a sinner, you just list a few sins and you will catch him. A lot of times I say this: “You do realize that you are a sinner? For example, the Bible mentions some sins such as evil thinking, bad literature, ugly disposition, etc.” Somewhere along that line there will be something that he does. Show him that he is a sinner.

Second, show him the price on sin. Romans 5:12: “Wherefore, as by one man sin entered into the world, and death by sin…” What kind of death? All death, both spiritual and physical death, the sum total of death. “… and so death passed upon all men, for that all have sinned.” And Romans 6:23, “For the wages of sin is death…” So there is a price on sin. What is that price? Death. What kind of death? That includes the second death of Revelation 20:14, and that second death is the Lake of Fire. So ultimately a person who is a sinner must pay for it by going to Hell. That is the basic price on sin.

Third, the next thing we must do is show that Jesus paid the price. So I say this: “Mr. Doe, God looked down from Heaven and saw that you were a sinner. He saw that you were in debt. He saw that you and I deserved to go to Hell. He wanted to save us and made a plan to do it. He came to the world Himself. His name was Jesus. He was God in a human body. For thirty-three years He lived here in this world. He did not commit one single sin. This is important. Mr. Doe, suppose that Jesus Christ had sinned one time only. The price on sin being death or Hell, where would Jesus have had to go when He died? The answer is Hell, but He did not sin. He did not commit one sin, but He went to the cross, and on the cross He suffered spiritual death when He said, ‘My God, my God, why hast thou forsaken me?’ He suffered the same thing that a lost person will have to suffer in Hell. I’ll go farther than that. I believe that He suffered as much in that moment on Calvary as the sum total eternal suffering of all the lost people who will ever go to Hell to stay forever. Actually He was paying our price for our sins. He was becoming our substitute.”

Fourth, “If we will receive that price as our hope for Heaven and receive Him as our Saviour from sin, He will make us His children and take us to Heaven when we die” (Hyles Let’s Go Soul Winning).

Ini bahkan bukan Injil yang lengkap, karena Hyles tidak membahas tentang kebangkitan Kristus.

1 Korintus 15
3. Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci,
4. bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci;

Bahkan kalaupun teknik Hyles memasukkan kebangkitan, ini adalah presentasi Injil yang sangat amat dangkal. Mungkin cukup bagi orang yang tumbuh dalam Gereja yang percaya Alkitab dalam Bible Belt of America dan sudah diajarkan prinsip Alkitab sepanjang hidupnya. Tetapi ini sangat tidak memadai untuk individu yang tidak pernah mendengar Injil. Tidak cukup untuk humanise ateis, hindu, buddha ataupun muslim. Ini terlalu dangkal, terlalu dasar dan terlalu cepat.

Mempertimbangkan fakta orang adalah berdosa. tidak seorangpun diselamatkan jika dia tidak percaya dan mengakui bahwa dia berdosa, dan bahwa dia begitu berdosa dia pantas mendapatkan neraka kekal.

Ketika ditanyakan apakah mereka percaya mereka orang berdosa, banyak orang akan menegaskan ini hanya kreakarena mereka tahu bahwa mereka tidak sempurna, tetapi pada saat yang sama, mereka tidak percaya bahwa mereka begitu jahatnya sehingga pantas mendapat murka Allah. Kebanyakan orang akan mengakui bahwa mereka tidak sempurna, tetapi mereka juga menganggap dirinya cukup baik atau setidaknya kebaikan mereka lebih dan menutupi yang jahat. Mereka tahu mereka berbuat salah, tetapi mereka tidak berpikir mereka pantas mendapatkan neraka. Dalam pemikiran mereka, mereka mendefinisi ulang “dosa” menjadi kekurangsempurnaan atau kurang harga diri atau (jika orang Katolik) mereka membagi dosa menjadi kategori dosa ringan dan berat atau semacam itu.

Mereka tidak percaya bahwa mereka dikandung dalam dosa (Mazmur 51:5) dan bahwa bahkan kesalehan mereka seperti kain kotor dihadapan Allah Yang Kudus (Yesaya 64:6).

Sebuah contoh tidak cukup membajak tanah diceritakan padaku oleh seorang teman pastor di Lancaster Baptist Church in Lancaster, California:

“Kami pergi bersama karyawan pada hari Sabtu pagi untuk memenangkan jiwa. Kami segera bermitra dengan beberapa veteran. Pintu pertama yang kami tuju, kami berbicara kepada seorang Katolik yang ramah dan mengejutkanku, orang ini ‘diselamatkan’ didepan mataku sendiri — membawawnya dari beberapa bagian Alkitab kepada doa orang berdosa begitu mulus sehingga saya tidak siaga. Saya berhenti dan ketika — saat menyimpan detil kontak orang ini dan menulisnya, saya tanyakan jika (1) dia percaya bahwa dia orang baik dan (2) bahwa memungkinkan untuk pergi ke sorga dengan menjadi orang baik. Orang yang baru saja ‘diselamatkan’ menjawab saya ‘Ya.” Saya melihat sekeliling dan kedua orang disamping saya tidak mengatakan apapun dan tidak melakukan apapun. Kami pergi beberapa tempat lagi dan akhirnya sampai sebuah rumah dengan perempuan muda Katolik Roma datang ke pintu. Dia mengakui dirinya Kristen. Bahkan dia berpikir bahwa semua gereja adalah sama — memberinya kepastian keselamatan dengan mengutip 1 Yohanes 5:13.

Sangat tidak pantas berurusan dengan orang dengan cara begitu dangkal. Orang katolik tersebut mengakui bahwa dia berdosa, tetapi dia tidak bermaksud bahwa dia pantas mendapatkan neraka. Dia tidak bermaksud sesuai dengan Alkitab. Dia tetap berpikir dia adalah orang baik yang pantas mendapatkan sorga karena amal kebaikannya! Jelas sekali dia tidak siap untuk diselamatkan dan tidak boleh dipimpin dalam doa orang berdosa. Ini terlalu buru-buru dan dangkal.

Suatu waktu saya mengunjungi seorang di Oklahoma City ketika seorang wanita mengajak kami masuk rumahnya. Anak remajanya ada di ruang tamu, jadi kami menerima ajakannya dan temanku mulai berbicara dengannya. Walaupun segera terbukti bahwa bahasanya adalah Portugis dan bahasa Inggrisnya tidak baik, dia terus memberikannya Jalan Roma dan mencoba membawa dia kepada doa orang berdosa. Saya menghentikan dia dan menganjurkan bahwa kita perlu mempunyai Alkitab bahasa Portugis dan mencari seseorang yang berbicara bahasanya.

Jack Hyles menceritakan tentang seorang yang katanya memimpin seorang penumpang kepada Kristus walaupun orang itu tuli dan bisu dan tidak bisa membaca!

Dia mengangkut penumpang ini dan berusaha bersaksi kepadanya. Penumpang ini menggelengkan kepalanya. Lalu dia bicara dengan sangat keras tetapi penumpang ini menunjuk kepada telinganya dan menggelengkan kepalanya. Lalu orag baru bertobat ini mulai menuliskan Injil dan penumpang ini menunjuk dan menggelengkan kepalanya. Dia tidak bisa membaca, tidak bisa mendengar, tidak bisa bicara. Lalu pemenang jiwa ini, yang tidak lulus kelas tiga dan tidak bisa mengeja Yesus, menghentikan kendaraannya dan keluar, mengambil Alkitabnya, menunjuk kepada Alkitab, menunjuk kepada hatinya, menunjuk ke langit, membuat gerakan buka hatimu dan biarkan Dia masuk, lalu berlutut dan mulai berdoa. Orang tuli dan bisu ini berlutut dan sedikit bergumam, bangun dengan senyum surgawi di wajahnya, menunjuk kepada Alkitab, menunjuk kepada langit dan menunjuk kepada hatinya” (Let’s Build an Evangelistic Church).

Ini bukan penginjilan alkitabiah; ini adalah mistis buta.

Metode penginjilan ini begitu dangkal dan cepat dan mengharapkannya menghasilkan keselamatan dalam beberapa menit undangan Injil dalam kebaktian Gereja ataupun pertemuan penginjilan. Saya ingat praktek di Highland Park Baptist Church in Chattanooga, Tennessee. Setiap minggu pagi orang akan maju untuk “keselamatan,” ditangani didepan mimbar, dipimpin dalam doa orang berdosa, dan kemudian dibaptis setelah menjawab beberapa pertanyaan mudah, semua dalam waktu beberapa menit.

Saya selalu berpikir bahwa program ini tidak alkitabiah dan bahkan konyol. Setidaknya orang yang ingin diselamatkan dibawa ke ruangan lain dan ditangani dengan serius, selama yang dibutuhkan, dan tidak boleh ada tekanan apapun.

5. Tidak mencari bukti

Hal lain yang terjadi di 1970 yang merusak praktek penginjilan adalah berhenti mencari bukti.

Saya mendiskusikan doktrin pertobatan dengan seorang misionari beberapa tahun lalu di Inggris. Dia mengatakan bahwa banyak orang diselamatkan melalui program penjangkauan memenangkan jiwa, tetapi ketika saya tanyakan tentang pelayanan Gereja, dia katakan mereka mempunyai sedikit orang dalam pelayanan dan mengakui bahwa sebagian besar dari orang yang “diselamatkan” tidak cukup tertarik bahkan untuk hadir dalam kebaktian. Saya menantang klaim dia bahwa orang benar-benar diselamatkan. Saya tanyakan, “Bagaimana kamu katakan mereka diselamatkan ketika tidak ada bukti dalam kehidupan mereka?” Dia menjadi gelisah dan dengan keras menolak dengan mengatakan bahwa saya tidak punya hak menghakimi keselamatan orang yang membuat pengakuan dalam pelayanannya. Dia katakan, “Anda tidak bisa tahu siapa yang diselamatkan.” Orang ini belum lama menghadiri Sekolah Pastor Hyles, dan dia sebutkan topik yang dibahas tahun itu adalah pertobatan!

Ide bahwa anda tidak bisa tahu jika seseorang diselamatkan adalah sesat. Bisa mungkin, tentu saja, bagi seseorang menunjukkan tanda pertobatan palsu dan menipu orang, seperti dilakukan Yudas. Dan kami tidak mengatakan orang yang benar-benar diselamatkan akan sekejap menjadi sempurna tidak berdosa atau bahwa setiap orang yang benar-benar percaya akan sama giat melayani Kristus atau bahwa orang yang diselamatkan seketika membuat “Yesus sebagai Tuhan dalam segenap hidupnya.” Tetapi Alkitab sangat jelas bahwa jika seseorang benar-benar diselamatkan, akan ada bukti dalam kehidupannya. Saya tidak tahu satupun contoh pertobatan didalam Perjanjian Baru yang tidak menghasilkan perubahan hidup yang dramatis. Anda tahu?

Untuk beberapa minggu di 1977, isteri dan saya mengikuti program memenangkan jiwa Phoster Club dalam Gereja Baptis Fundamental. Melalui Phoster Club, para wanita melaporkan banyak keselamatan dan mempunyai setumpuk kartu mewakili “keputusan untuk Kristus,” kami tidak menemukan bahkan satu orang pun yang memberikan bukti alkitabiah. Faktanya sebagian besar orang yang kami coba tindak lanjuti bahkan tidak mengundang kami masuk rumahnya untuk ngobrol.

Gereja-gereja melaporkan ribuan jiwa dimenangkan setiap tahun, walaupun angka ini tidak tercermin dalam anggota aktif. Jack Hyles mengatakan Gerejanya melihat lebih banyak orang diselamatkan pada 3 Mei 1998 daripada diselamatkan dan dibaptis pada hari Pentakosta. Dia memperkirakan sekitar 15000 orang diselamatkan dan 5112 dibaptis pada hari itu. tetapi kehadiran dalam acara Rabu malam, yang adalah indikasi Gereja yang tepat, tidak lebih dari beberapa ratus, dan ini termasuk murid sekolah Hyles-Anderson.

Gereja First Baptist Church bagian Spanyol melaporkan 35000 pengakuan dari 1977-1987, tetapi rata-rata kehadiran tidak pernah lebih dari 1400 (www.firesofevangelism.org/Origin.html).

Longview Baptist Temple di Longview, Texas, mengatakan lebih dari sejuta orang dimenangkan kepada Kristus dalam 25 tahun, yang rata-ratanya 40000 orang setahun (www.lbtministries.com/Pastor/Meet_Our_Pastor.htm). Tetapi rata-rata kehadiran kebaktian tengah minggu, yang adalah pencerminan sebenarnya dari anggota aktif di Gereja Amerika, anda hanya akan melihat beberapa ratus orang yang hadir.

Ketika kami diberikan kartu “keputusan” untuk menindaklanjuti sebuah wilayah pelayanan di Oklahoma di akhir 1990, dari ratusan pengakuan yang dicatat kami tidak menemukan satu orang pun yang memberikan bukti keselamatan atau bahkan minat menghadiri Gereja.

Seorang teman pastor menindaklanjuti lebih dari 100 “keputusan keselamatan” di daerah pelayanan di Kentucky 2011, dan dia tidak menemukan satu orang pun yang bahkan cukup tertarik dalam Kristus untuk menghadiri Gereja.

Doa Cepat dengan statistik kosong bukan hanya dipraktekkan dalam Gereja Baptist Independent.

Pada 1990, Sidang Jemaat Allah mempunyai jangkauan penginjilan yang disebut “Dekade Penuaian,” dan dari 3,5 juta pengakuan hanya 5 dari 100 yang akhirnya bergabung dengan Gereja, dan lebih sedikit lagi yang membuktikan diri murid Yesus yang sejati.

Hal yang sama juga pada Konvensi Southern Baptist. Penginjil SBC Jim Elliff mengatakan, “Perjamuan pizza terbesar kami membawa ratusan “pertobatan” baru, tetapi kami mungkin hanya mendapatkan sebagian dari potongan itu. [Dan bahkan sebagian besar mereka tidak mau menjadi anggota jemaat yang setia.] Dengan kata lain, jika anda bandingkan semua yang kami katakan menjadi Kristen melalui usaha penginjilan kami, dengan orang yang benar-benar memperlihatkan tanda-tanda lahir baru, kami seharusnya malu” (“Southern Baptists, An Unregenerate Denomination,” ccwtoday.org).

6. Mendefinisikan ulang pertobatan

Hal lain yang terjadi di 1970 yang merusak praktek penginjilan adalah mendefisi ulang doktrin pertobatan.

Kita telah melihat bahwa pengkotbah Baptis Independen pada mulanya mengajarkan doktrin pertobatan sebagai berbalik, penyerahan diri, perubahan pikiran yang menghasilkan perubahan hidup, tetapi ini sudah berubah.

Bukannya pertobatan dan iman sebagai dua hal terpisah, seperti diajarkan Paulus (Kisah Rasul 20:21), pertobatan dan iman menjadi satu hal. Pertobatan menjadi iman.

Bukannya berpaling kepada Allah dari dosa dan agama palsu, pertobatan menjadi berpaling dari tidak percaya menjadi percaya.

Bukannya pertobatan sebagai sesuatu yang selalu menghasilkan bukti (Kisah Rasul 26:20), pertobatan menjadi sesuatu yang tidak bisa dilihat.

Pertimbangkan beberapa contoh mendefinisi ulang pertobatan:

Curtis Hutson – “Masalah dan kebingungan bukanlah tidak mengkotbahkan pertobatan tetapi memasang defisini yang salah pada kata pertobatan. Contohnya, mengatakan pertobatan berarti berpaling dari dosa, atau mengatakan pertobatan sebagai perubahan pikiran yang memimpin kepada perubahan tindakan, adalah memberi definis salah kepada pertobatan” (Repentance: What Does the Bible Teach? Sword of the Lord, 1986, p. 16).

Jack Hyles – “Jadi, ya, ada pertobatan dari tidak percaya menjadi percaya. … Dengan kehendakmu anda percaya dan mengandalkan Yesus menyelamatkanmu. Untuk percaya, anda harus bertobat dari ketidakpercayaan. Itu yang membuat orang terhilang dan harus diperbaiki” (Enemies of Soulwinning, 1993).
Hyles mengajarkan bahwa pertobatan bukan berarti “berpaling dari dosa.”

Bob Gray – “10446 pengakuan iman di 1995. … Pertobatan bukan sebuah doktrin. Kata pertobatan bahkan tidak ada dalam kitab Yohanes. Jelas diasumsi Allah bahwa pertobatan adalah bagian dari percaya. … Pertobatan bukan berpaling dari dosamu. … Pertobatan adalah merubah pikiran seseorang dari tidak percaya menjadi percaya dalam Kristus” (“A Message from the Pastor,” The Soulwinner, January 1996, Longview Baptist Temple, Longview, Texas).

Brent Neal – “Penekanan pada pertobatan telah menciptakan kebingungan dalam lingkungan pengkotbah baik yang muda maupun yang tua. Sudah menjadi sumber kekecewaan bagi pemenang jiwa. … Saya punya dua pilihan. Saya bisa mengikuti mereka yang memakai pin pemenang jiwa dan membawa Perjanjian Baru, atau saya bisa mengikuti mereka yang mengkritik membawa orang kepada Kristus. Semoga pengkritik bertobat dan semoga pemenang jiwa menyadari bahwa kita adalah tim yang sama” (“Is Repentance an Attack on Soulwinning?” The Baptist Contender, June 1996).

Fred Afman, Tennessee Temple – “Banyaknya keselamatan palsu [termasuk] baptisan air dan pertobatan” (“The Way of Salvation,” Sunday School class, Highland Park Baptist Church, Chattanooga, Tennessee, May 1996; quoted from Chris McNeilly, The Great Omission, pp. 25, 26).

Tolbert Moore – “Jika seseorang mengatakan: Jika tidak bertobat dari dosa anda tidak diselamatkan, apakah maksud mereka? … pertobatan dalam arti kata sesungguhnya berarti berpaling dari tidak percaya menjadi percaya” (“Repentance and Lordship Salvation,” The Gospel Preacher, September 1996).

Pada 1980, pada masa Curtis Hutson, The Sword of the Lord menghentikan publikasi Leon Maurer’s Soul Winning: The Challenge of the Hour, yang mengatakan, “Doa hapalan atau kalimat pengulangan tanpa pertobatan dan iman yang benar tidak akan menyelamatkan siapapun.”

The Sword juga menghentikan publikasi John Rice’s Here Are More Questions, dimana Rice mengatakan, “Orang harus diajarkan untuk berpaling dari dosa dalam pertobatan yang benar” (Vol. II, p. 425).

Kemudian, Hymne The Sword menghapuskan banyak referensi kepada pertobatan.

Dengan merubah doktrin pertobatan dan menyebut doktrin tua pertobatan sebagai “musuh memenangkan jiwa,” Jack Hyles mengatakan pengertian pertobatan alkitabiah menghalangi programnya. Doktrin tua pertobatan bukanlah musuh memenangkan jiwa yang alkitabiah; tetapi musuh memenangkan jiwa versi Jack Hyles.

Pemahaman pertobatan alkitabiah tradisional tidak membiarkan seseorang klaim ribuan orang berdosa diselamatkan ketika sebagian besar mereka tidak menunjukkan bukti lahir baru. Pemahaman pertobatan alkitabiah tradisional tidak membiarkan orang menghitung doa orang berdosa sebagai keselamatan. Satu hal mengatakan 100 atau 1000 orang berdoa orang berdosa; tetapi adalah hal lain mengatakan bahwa orang-orang tersebut sudah diselamatkan dan memberi mereka jaminan keselamatan.

Jika mereka diselamatkan, akan ada perubahan.

2 Korintus 5: 17. Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.

2 Timotius 2: 19. Tetapi dasar yang diletakkan Allah itu teguh dan meterainya ialah: “Tuhan mengenal siapa kepunyaan-Nya” dan “Setiap orang yang menyebut nama Tuhan hendaklah meninggalkan kejahatan.”

Ibrani 6: 9. Tetapi, hai saudara-saudaraku yang kekasih, sekalipun kami berkata demikian tentang kamu, kami yakin, bahwa kamu memiliki sesuatu yang lebih baik, yang mengandung keselamatan.

1 Yohanes 2: 4. Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran.

Alkitab memperingatkan bahwa pengakuan keselamatan tidak sama dengan memiliki keselamatan.

Titus 1: 16. Mereka mengaku mengenal Allah, tetapi dengan perbuatan mereka, mereka menyangkal Dia. Mereka keji dan durhaka dan tidak sanggup berbuat sesuatu yang baik.

7. Doktrin keselamatan kekal dirusak

[red: pembahasan disini baru melihat dari sudut pandang faktor luar saja (external force) dan belum melihat faktor dalam, yaitu perubahan iman: https://yesustuhan.wordpress.com/tag/osas/ ]

Hal lain terjadi di 1970 yang merusak praktek penginjilan adalah doktrin keselamatan kekal yang dipisahkan dari pengalaman keselamatan yang merubah hidup.

Perhatikan bagian ini dengan seksama:

Yohanes 10:
27. Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,
28. dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.
29. Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa.
30. Aku dan Bapa adalah satu.”

Kristus menjanjikan hidup kekal bukanlah untuk semua orang yang beroda orang berdosa; ini adalah untuk mereka yang mendengar suaraNya dan mengikuti Dia. Ini dibuktikan dan keselamatan kekal tidak dipisahkan dari pengalaman lahir baru yang merubah hidup.

1Yohanes 3
1. Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia.
2. Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.
3. Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.

Ayat 2 menjelaskan keselamatan kekal dan ayat 3 menjelaskan bukti lahir baru sebagai anak Allah yang memiliki keselamatan kekal.

Lihat juga 1 Co. 15:1-2; Col. 1:21-23; 2 Ti. 2:19; Heb. 6:8-11; 10:38-39.

Tetapi di 1970, keselamatan kekal dipisahkan dari perubahan hidup dan bukti ketaatan. Program memenangkan jiwa umumnya bertujuan memimpin orang dalam doa orang berdosa dan kemudian segera memberinya “jaminan keselamatan,” bahkan saat tidak ada bukti ketulusan dalam berdoa, bahkan jika orang itu enggan mengundang penginjil kedalam rumahnya.

Suatu kali isteriku dibawa dalam kunjungan memenangkan jiwa oleh katanya pakar yang memimpin doa orang berdosa. Ketika si pakar menulikan informasi orangnya, dia berkata kepada istreriku, “Sebenarnya saya tidak percaya hal itu.” tetapi dia diberikan “jaminan” dan dilaporkan bertobat.

Memberikan jaminan keselamatan adalah pekerjaan Roh Kudus (Ro. 8:16; Ga. 4:6; 1 Jo. 5:10). Kita bisa menunjukkan dimana jaminan ini bisa ditemukan, yaitu dalam Firman Tuhan, tetapi kita tidak bisa memberikan jaminan. “Tuhan mengenal siapa kepunyaan-Nya” dan “Setiap orang yang menyebut nama Tuhan hendaklah meninggalkan kejahatan.” (2 Ti. 2:19).

8. Fokus pada penginjilan anak

Hal lain yang terjadi di 1970 yang merusak praktek penginjilan adalah fokus pada penginjilan anak.
Penekanan besar dalam memenangkan anak kepada Kristus dan membaptis mereka.

Program Vacation Bible School diarahkan untuk ini. Adalah dalam VBS saya membuat pengakuan kosong dan dibaptis ketika saya berumur 10-11 tahun.

Dalam konvensi Southern Baptist, ada pertumbuhan 96% dari 1970 hingga 2010 dalam baptisan anak belum sekolah. Pertimbangkan statistik tahun 2013: Sejumlah 60% dari Gereja SBC tidak membaptis anak dari usia 12-17 dan 80% membaptis antara 0-1 orang berusai 18-29. Tetapi ada ledakan dalam baptisan dibawah usia 5 tahun. (Annual Church Profile, 2013).

Ini adalah baptisan bayi!

Seorang anak bisa saja percaya dalam keselamatan Yesus Kristus, tetapi diragukan usia pra-sekolah bisa.

Kita tahu bahwa tidak ada anak kecil dibaptis pada hari Pentakosta, karena semua dari 3000 orang yang dibaptis ‘Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.’ (Kisah Rasul 2:42). Ini bukan deskripsi dari anak usia 5 tahun.

Saya tumbuh dalam pelayanan dan filosopi seperti ini dan buahnya busuk. Hal ini memberi pengaruh utama dalam membangun gereja campuran yang besar, dimana anggotanya sebagian besar Kristen tidak lahir baru. Sebagian besar anak kecil yang “diselamatkan” pada usia muda antara jatuh kepada hal duniawi menjelang remaja atau tinggal didalam gereja sebagai Kristen duniawi yang suam-suam kuku.

Antara tahun 1970 dan 1980, beberapa gereja pendiri bahkan mencoba membangu gereja dengan penginjilan anak, dengan pelayanan bus dan gimmicks, hal yang tidak kita lihat dalam Kisah Para Rasul pasal 13-14, dan bagian Alkitab ini secara khusus diberikan sebagai contoh idel dalam misionari perintis gereja sepanjang masa.

Kesimpulan

Program memenangkan jiwa yang dangkal, tidak alkitabiah dan mengabaikan pertobatan telah menghasilkan Gereja yang sangat lemah. Ini menghasilkan gereja campuran dan bukan gereja murid.

Jika umat yang mengaku Kristen melawan Firman Allah dan menolak mematuhi kotbah, menolak setia dan menolak untuk terpisah dari dunia, tidak mentaati otoritas pastoral, ini mungkin disebabkan mereka tidak diselamatkan. Seperti kita lihat, Alkitab sangat jelas pada poin ini. Lihat, contohnya, John 8:47; 10:27; Titus 1:16; 1 John 2:3-4.

Sebagian besar gereja terlalu ceroboh tentang keselamatan. Mereka menyatakan orang-orang, termasuk anak-anak, diselamatkan hanya berdasarkan pengakuan tanpa melihat bukti alkitabiah.

Sejak lama saya menolak tradisi ini. Otoritas utama saya dalam iman dan praktek adalah Alkitab, dan di dalam Alkitab kita melihat penekanan pada bukti pertobatan rohani yang benar.

Salah satu buku pertama saya Does Salvation Make a Difference? (Apakah Keselamatan membawa perbedaan?) Selama lebih dari 40 tahun saya memperingatkan tentang kecerobohan yang saya saksikan baik di gereja-gereja Southern Baptist maupun Independent Baptist. Kita ingin mengikuti Alkitab, bukan tradisi manusia, dan contoh alkitabiah adalah Kisah Rasul 2:41-42. Ini adalah deskripsi gereja yang terdiri dari murid lahir baru.

Kisah Para Rasul 2:41. Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.
42. Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.

Artikel ini adalah ringkasn dari buku The Discipling Church: The Church That Will Stand Until Christ Comes. (Gereja Pemuridan: Gereja Yang Akan Bertahan Hingga Kristus Datang.)
https://www.wayoflife.org/publications/books/the-discipling-church.php

The above is excerpted from The Discipling Church: The Church That Will Stand Until Christ Comes. New for March 2017. This church manual aims to establish churches on a solid biblical foundation of a regenerate church membership, one mind in doctrine and practice, serious discipleship, thorough-going discipline, and a large vision for world evangelism. We examine the New Testament pattern of a discipling church, and we trace the history of Baptist churches over the past 200 years to document the apostasy away from the biblical pattern to a mixed multitude philosophy. We also document the history of “sinner’s prayer” evangelism which has affected the reality of a regenerate church membership. The book deals with biblical salvation with evidence, care in receiving church members, the church’s essential first love for Christ, the right kind of church leaders, the right kind of preaching, training church members to be Bible students, the many facets of church discipline, building strong families, youth ministry, training preachers, charity, reproof, educating the church for spiritual protection, maintaining standards for workers, the church’s prayer life, the church’s separation, spiritual revival, the church’s music, and many other things. The last chapter documents some of the cultural factors that have weakened churches over the past 100 years, including the theological liberalism, public school system, materialism and working mothers, the rock & roll pop culture, pop psychology, the feminist movement, New Evangelicalism, television, and the Internet. There is also a list of recommended materials for a discipling church. Dr. Don Jasmin, editor of The Fundamentalist Digest, says, “The book The Discipling Church is well named. It is loaded with Scriptural exposition, Scriptural explanation, and Scriptural edification. This spiritually rich volume covers almost every phase of a genuine Biblically discipling church. Every pastor should procure this spiritually enriching treasury, one which a preacher will readily consult for valuable assistance and counsel in seeking to maintain a Scripturally balanced N. T. ministry.” 513 pages. Available in print and eBook editions.